Sun, Jan 20, 2019 3:33 PM

Cerita Mistis Saat Pendakian Gunung Latimojong 

Photo Dok @dewianurfadilah


Ditulis oleh : Dewi Anggraini Nurfadilah (@dewianurfadilah)

Gunung Latimojong yang terletak di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan ini sering disebut sebagai atapnya Pulau Sulawesi, pasalnya gunung ini merupakan yang tertinggi disana dan masuk sebagai 7 Summits Indonesia dengan ketinggian 3.478 mdpl. Selain memiliki pesona hutan lumutnya yang indah, Gunung Latimojong juga memiliki cerita mistis. Nah! pas banget kemarin Saya baru saja melakukan pendakian ke atap Sulawesi tersebut dan mengalami kejadian mistis yang bikin bulu kuduk merinding.

Jadi pada 21 Desember 2018, Saya bersama teman-teman melakukan pendakian ke Gunung Latimojong. Kita mendirikan tenda di Pos 5 (dari info yang Saya dapat bahwa di pos 5 ini cukup angker). Cuaca pada hari itu hujan dari siang dan pas tenda sudah selesai dirikan kami bergegas langsung masuk ke tenda untuk ganti baju yang sudah basah kehujanan.

Kejadian mistis pertama yaitu, ketika Saya minta antar untuk buang air kecil. Tidak jauh dari tenda teman Saya menunggu didepan dengan jarak 10 langkah, sedangkan sekeliling Saya hutan lebat dan pas sedang buang air kecil Saya menengok ke sebelah kanan sekitar jarak 5 langkah “sosok hitam” berdiri tepat disamping, seketika Saya terhenti buang air kecil lalu segera bersih-bersih dan ngacir ke tenda, lalu ditenda Saya bercerita ke teman tentang kejadian yang baru Saya alami. 

Kejadian kedua yaitu, ketika Saya berdua teman turun ke tenda di pos 5 setelah summit sekitar jam 1 siang, dan saat itu di area camp pos 5 cm hanya ada kita berdua karena turun duluan untuk masak, saat buka sepatu didepan tenda dari pepohonan di belakang tenda Saya melihat sosok putih lari dari 1 pohon ke pohon lainnya seperti sedang main petak umpet, karena kejadiannya siang jadi Saya cuek, dan kejadian itu terulang lagi dipohon depan tenda pas Saya lagi masak, dan sekali menghela nafas panjang lalu Saya berusaha tetap cuek dan melanjutkan masak. 

Lanjut kejadian ketiga, sekitar jam 6 menjelang maghrib Saya sama ke 3 teman mengobrol di depan tenda, saat itu kondisi masih hujan dan niatnya kita mau turun sekitar jam 7 malam kalau sudah reda. Mungkin pada saat itu Saya satu-satunya orang yang ngotot mau turun ke basecamp malam itu juga, tapi lagi-lagi Saya melihat sosok putih berdiri 100 meter dipepohonan, karena takutnya Saya yang awalnya lagi ngobrol tiba-tiba pamit tidur duluan dan 5 menit kemudian Saya terbangun sambil menangis dan bilang gak mau pulang malam itu juga karena gak sanggup bayangin perjalanan turun ke basecamp ditengah rintik hujan. Medan yang berat serta pikiran yang sudah mulai ngaco, dan akhirnya kita semua sepakat buat turun jam 4/5 subuh.

Terusss masih lanjut kejadian keempat ya gengsss... nah! salah 1 teman Saya akhirnya masuk kedalam tenda buat nenangin. Saat mencoba untuk tidur dan sudah memakai sleeping bag (SB) Saya bilang ke teman Saya “tangannya diem2” (karena Saya kira kaki Saya lagi di empok2 sama dia) dan teman Saya jawab “hah apaan si orang tangan gw lg diem2” dan gak banyak ngomong, Saya diam saja dan mencoba tidur walaupun terus kebayang dengan apa yang sudah Saya liat selama disana.

Dan kejadian kelima yang terakhir ni Guys... sehabis Magrib kita sepakat untuk istirahat biar besok bangun pagi badan fit kembali, semua masuk tenda masing-masing. Saya sama teman akhirnya ngobrol-ngobrol tentang pendakian kita setahun belakangan ini sampai akhirnya Saya ketiduran karena sengaja Saya minum Antimo. Saat tengah malam Saya kebangun karena kaki Saya ke senggol teman yang dari luar masuk ke tenda, dan Saya nanya sama dia “udah jam brp sekarang” dan tanpa noleh ke Saya dan posisi dia sudah kerudungan SB sambil nge-belakangin Saya dia jawab dengan kasar (padahal dia gak pernah ngomong kasar ke Saya) dia jawab “udah gak usah nanya2 jam, tidur aja!” karena kondisinya gelap jadi Saya coba buat tidur lagi walaupun susah dan ngerasa gelisah terbangun terus sampai alarm nyala. Besok paginya kita ngobrol sepanjang trek turun ke basecamp dan Saya nanya lagi “semalam yang lo dr luar itu jam berapa si kan gw nanya jam tp lo nyuruh gw tidur lg” dannnnn teman Saya dengan muka bingung langsung menjawab “gw gak keluar tenda sama sekali dari sore, pas abis ngobrol lo tidur gw jg tidur” gw sama dia liat-liatan dan ahhhhhh DAMN! Berarti Saya semalam tidur sama????????

Hhmmm tetap hati-hati saat mendaki ya Guys... So itu pengalaman mistis yang Saya alami ketika pendakin gunung Latimojong pada 21-24 Des kemarin. Dan ini pertama kalinya Saya liat makhluk halus kaya itu dan semoga Saya tidak mengalami kejadian mistis seperti itu lagi... Amiin!


Sumber : @dewianurfadilah