Wed, Sep 19, 2018 2:22 PM

Dibalik Gagahnya Gunung Arjuno

dok.@muchamadikhsan11


#urbanmystery Narasumber : @muchamadikhsan11 

Sedikit bercerita tentang pendakian kami di Gunung Arjuno ini dan di beri judul : "Dibalik Gagahnya Gunung Arjuno" 

 

Kami berniat melakukan pendakian 3 hari 2 malam. Pendakian dimulai dari hari jumat jam setengah 3 sore melalui jalur tretes. Dan kami sampai di basecamp atau pos 1 sekitar jam 3 sore. Selanjutnya kami mengurus perizinan di pos 1 dan istirahat sejenak sambil menunggu waktu ashar tiba. Oke, setelah selesai semua kami mulai melakukan pendakian jam 4 sore. Dari pos 1 ke pos kop-kopan memakan waktu tempuh sekitar 2 jam, sesampainya di pos kop-kopan matahari sudah mulai redup akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda dan bermalam disini, karena berjalan malam sangat tidak dianjurkan oleh teman-teman kami opa diaz adventure malang. Hal ini dikarenakan kentalnya mistis di gunung Arjuno.

 

Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya yaitu pondokan dan berniat bermalam di lembah kidang. Setelah perjalanan kurang lebih jam, gue dan temen gue yang namanya Al kaget ketika teman kami yg bernama Ruli tidak ada di belakang. Setelah 10 menit menunggu, Ruli pun tak kunjung tiba. Kami pun mulai gelisah karena mengingat perkataan teman-teman kami tentang mistisnya gunung ini. Akhirnya gue turun sedikit untuk mencari Ruli dan sementara temen gue yang bernama Al menunggu di tempat. Setelah mengecek kebawah tidak ada tanda-tanda batang hidungnya, dan kami pun mulai bingung dan tiba-tiba dia muncul dari atas. Sambil nyengir ternyata dia lewat jalan tembusan melalui semak belukar dan tembus di atas. Suek emang bikin orang panik.

 

Oke setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai di pos pondokan, sekitar jam 1 siang. Dari sana kami melanjutkan perjalanan kembali ke arah lembah kidang, dari informasi yang diterima bahwa ke Iembah kidang hanya membutuhkan waktu 30 menit dan jalan tidak terlalu menanjak. Tetapi jalur yang kami lalui ternyata melewati tanjakan curam dan tidak ada tanda-tanda pendaki lain lewat, dengan keyakinan kami, kami terus melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan kurang lebih 2 jam kami tak kunjung sampai, kami pun mulai khawatir apa mungkin jalur yang kami pilih salah. Akhirnya kami berhenti sejenak dan berdiskusi apakah jalur yang dipilih benar.

 

Setelah berdiskusi akhirnya kami memutuskan untuk mengecek jalur karena kedepannya ada seperti tanda-tanda mau ke puncak dan akhirnya Ruli yg mengeceknya dengan perjanjian 20 menit harus kembali.Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya Ruli kembali dan mengatakan bahwa jalur ke atas merupakan jalur menuju puncak welirang, karena penasaran gue dan Al pun mengecek sementara Ruli menunggu di tempat kami berhenti dan istirahat. Dan benar ternyata jika dilanjutkan jalur ini menuju ke puncak Welirang.

 

Akhirnya gue dan al turun dan kembali lagi, setelah itu kami berdiskusi apakah mau dilanjut atau kembali ke pondokan, dan jam sudah menunjukkan jam 3 sore, setelah itu kami memutuskan untuk kembali karena persediaan air tersisa 1 botol setengah dan berdasarkan informasi bahwa mata air hanya ada di pondokan dan di lembah kidang. Waktu menunjukan jam setengah 4 sore, Kami pun memutuskan kembali menyusuri jalan yang sudah dilewati saat berangkat tadi, dengan tergesa-gesa kami pun bergegas turun untuk mengejar waktu agar perjalanan tidak sampai larut malam. Dan sampai di pondokan jam 5 sore. Setelah sampai di pondokan kami bertanya jalur ke arah lembah kidang kepada pendaki lain yang sudah mendirikan tenda di pondokan. Ternyata seharusnya jalur yang kami ambil saat di pondokan ke arah kiri, jalur ini tidak terlihat oleh kami karena tertutup oleh alang-alang yang lumayan lebat, dan salahnya tidak bertanya terlebih dahulu pada pendaki lain.

 

Akhirnya kami langsung saja melanjutkan perjalanan kembali ke arah lembah kidang dan sampai sekitar jam setengah 6 sore dan hanya ada sekitar 3-4 tenda yang sudah berdiri, kami pun bergegas mendirikan tenda. Kami mendirikan tenda sedikit jauh dari tenda pendaki lain, setelah selesai mendirikan tenda kami pun mulai memasak untuk mengisi perut yang sudah mulai protes karena tidak di beri makan selama pendakian dari pagi.

 

Oke, setelah selesai semuanya kami bersiap tidur beristirahat dan berniat untuk summit di pagi hari. Tapi ada kejanggalan disini, gue nggak bisa tidur, logikanya kami melakukan perjalanan hampir ke puncak welirang bawa tas keril otomatis banyak menguras tenaga dan seharusnya bisa tertidur lelap tapi ini malah tidak bisa tidur, dan gue melihat teman gue semuanya tertidur lelap. Setelah dipaksakan sambil berguling-guling mencari posisi tidur yang enak, dan gue baru tertidur sekitar jam 4 lewat dan akhirnya tidak jadi ke puncak pagi hari. Setelah bangun sekitar jam 8 gue menanyakan pada yang lain apakah semalam pada bisa tidur atau tidak, ternyata semuanya sama tidak bisa tidur juga dan baru tidur-tidur itu pagi. Dan yang anehnya kami melihat satu sama lain tuh malah seakan tertidur pulas an temen gue yang namanya al cerita bahwa semalam seolah-olah dia tidur tubuhnya seperti diangkat oleh sesuatu dan melayang, waallahu a'lam.

 

Oke kami lupakan kejadian semalam dan mulai persiapan masak setelah itu menuju puncak arjuno, setalah selesai semua kami pun berangkat sekitar jam 9 pagi dari lembah kidang menuju puncak, sesampainya di puncak waktu menunjukkan jam setengah 12 dan matahari sedang giat-giatnya memancarkan cahayanya untuk membakar kulit). Setelah sampai puncak kami beristirahat sejenak sambil berfoto dan memandangi lautan awan sambil merenung betapa indah ciptaan Allah swt untuk manusia, sok banget kata-katanya hahaha. Oke, selanjutnya kami turun dari puncak sekitar jam setengah 1 dan kembali ke lembah kidang jam set 3 sore, keadaan fisik yang lelah tidak memungkinkan kami untuk melanjutkan perjalanan langsung untuk ke basecamp tretes akhirnya kami memutuskan untuk kembali bermalam kembali. Hal ini tentu saja melenceng dari rencana yang semula hanya 3 hari 2 malam menjadi 4 hari 3 malam. Ya mau bagaimana lagi, kondisi tidak memihak kepada kami, untuk turun hari itu juga.

 

Oke, kami memutuskan untuk bermalam lagi tetapi tidak di lembah kidang melainkan di pos pondokan karena takut terjadi kejadian aneh lagi karena teman kami pun yang di malang sudah memperingatkan jangan mendirikan tenda selain di pondokan dan kop-kopan oleh karena itu kami pindah ke pondokan dan bermalam di pondokan. Keesokan harinya kami pun turun dari pondokan ke basecamp jam 9 dan sampai di basecamp sekitar jam 3 sore. Sesampainya di basecamp teman kami yang di malang menelpon melalui seluler untuk memastikan keadaan kami, tetapi tidak masuk karena selama perjalanan kami mematikan data dan mengaktifkan mode pesawat sehingga ketika di aktifkan di basecamp beberapa panggilan tidak terjawab dan chat wa baru masuk dari teman kami di malang. Teman kami di malang khawatir karena kami bilangnya hari minggu sudah turun dari gunung arjuno tapi kenyataanya sampai hari senin kami tidak ada kabar.

 

Oke selanjutnya kami melakukan perjalanan pulang kembali ke tempat semula kami di malang, tempat nya opa diaz adventure dan langsung istirahat kembali. Keesokan harinya teman kami bercerita bahwa teman kami yang di malang hampir mau melakukan rescue dan menghubungi tim sar serta para senior gunung arjuno, untuk mencari kami seandainya senin jam 6 sore tidak ada kabar dari kami, dan sudah menghubungi pihak basecamp untuk menanyakan keadaan kami, sungguh hal ini membuat kami merasa bersalah maaf ya sudah merepotkan dan kami sangat berterimakasih atas bantuan dan respect kalian sahabat opa diaz adaventure selama di malang. (end)

 

Punya cerita misteri saat pendakian? atau memiliki tips/ilmu/pengetahuan soal pendakian? Punya kisah tentang seseorang yang menginspirasi? Memiliki referensi film atau acara televisi yang mungkin akan bermanfaat bagi orang lain, terutama para pejalan? Punya toko outdoor untuk dipublikasikan?  Memiliki kisah perjalanan ke suatu tempat wisata beserta tipsnya? Ada event seperti lari, panjat tebing, navigasi darat (kecuali open trip dan pendakian massal yah).

Punya info tersebut? Mau berbagi ke website kami?
Silahkan untuk mengirimkan materi tulisan ke redaksi kami > urbanhikersmagazine@gmail.com < 


Dimohon jika itu tulisan milik orang lain untuk tidak lupa mencantumkan sumbernya.

 

 


Sumber : instagram @urban.hikers