Wed, Jul 18, 2018 2:01 AM

Misteri Di Gunung Sumbing via Butuh - Kaliangkrik

ilustrasi saja


#urbanmystery Narasumber : Nur Azizah ( @nuraziah_95 )

.

Misteri Di Gunung Sumbing
Ini ceritaku ketika mendaki gunung sumbing bulan Juli 2017. Ini merupakan kali kedua naik sumbing hanya saja dulu lewat Banaran dan sekarang lewat butuh. 

 

Aku bersama ke empat temanku, ada mas agung ( cebong ), Hardian ( ndut ), yuli ( uul ) dan saya sendiri azizah ( njah ). Awalnya kita nggak cuman berempat tapi karena yang lain pada mlempem mendekati hari H berangkat, akhirnya kita berangkat berempat aja. 


Alhamdulillah cuaca dari kemarin cerah dan Insya Allah selama kita mendaki nanti juga akan Cerah (tapi tetep persiapan bawa jas hujan ya ). Kita berencana ngecamp 3 hari 2 malam biar agak santai dan nggak terlalu ngoyo. Hari senin kita berangkat jadwal sih mau berangkat jam 8 tapi ya namanya orang janjian, jam ngaret sampai jam 11 baru sampai basecamp. Kita istirahat sholat dan akan mulai perjlnan sehabis dzuhur. tapi kabut udah mulai datang. Semua udah sholat dan kita mulai packing siap-siap buat mulai pendakian. Sebelum mulai pendakian kita berdoa agar diberi keselamatan selama perjalnan ( harus) . Langsung cerita pendakian aja ya heheee.. 


Dari basecamp menuju pos 1 Alhamdulllah lancar nggak ada halagan meskipun diperjalanan kita di temani kabut lembut ( eaaakk )laugh . Kami memang berjalan santai sih wkwk, sepuluh langkah break sepuluh langkah break begitulahcheeky pokoknya santai banget tapi kita tetep punya target camp di pos 3 kalau bisa sebelum maghrib.

 

Perjalanan menuju pos 2 juga Alhamdulillah lancar dan seneng karena beberapa kali kita papasan sama pendaki yang turun dan saling sapa tanya gimna kondisi diatas sana ( Ini yang bikin kangen keramahan para pendaki saat di gunung smiley). Jam menunjukkan pukul 17.00 tapi kita masih stay aja dijalan menuju pos 2,. hari mulaai gelap, perut juga mulai keroncongan. adzan magrib sudah berkumandang kita memutuskan untuk break karena nggak ada tempat lapang kita istirahat ditengah-tengah track, masak mie dan buat minum panas untuk sekedar ganjel perut hehe laugh
disitu cuman kita berempat aja tapi terlihaat dibawah sana seperti ada senter-senter para pendaki. ( "Alhamdulillaah ada temen naik juga dibelakang sana" kata uul ). 
Setelah perut kita cukup terisi dan tenaga pulih kita melanjutkan perjalanan karena takut kemaleman sampai pos 3 sedangkan jam 7 aja masih disini ( bawah pos 2laugh ). Akhirnya sampai di pos 2 dengan lancar dan tanpa ada halangan apapun. 


Mulai disini cerita keanehan pendakian di mulai. Perjalnan dari pos 2 ke pos 3 memang lebih santai karena medannya yg landai, memutari bukit dan melewati sungai. Jam menunjukkan pukul 20.00 wib kita masih berada di track ini. Kita berjalan memang hati-hati karena jalannya hanya setapak dan sebelah kanan kita udah jurang/tebing. Sambil bercerita cerita biar nggak terasa capek dan sesekali kita bercanda sambil liat pemandangan dibawah sana karena pas cuaca saat itu cerah dan "padang mbulan" smileylaugh

sungai satu terlewati, sungai 2 terlewati dan ketika akan melewati sungai ke 3 ( kalo gak salah ) dari kejauhan mas cebong seperti melihat cahaya..


" eh didepan ada pendaki," kata mas cebong. 
" Mana mas??" kata uul
" Tapi mas kok kayak bukan cahaya senter, ada 2 cahaya dan itu seperti mata," kataku 
" Mana sih, kok aku ndak liat," kata ndut 
"Itu lo iiitu, ( saambil ku arahkan senterku ke cahaya itu ) liat ndak ???? Jelas banget kok malah semakin dekat sama kita," kataku
" Mana sih aku nggak ngelihatnya," kata uul dan ndut
"Stop stop ! aku nggak berani, berhenti dulu itu apa yyaa.. kok semaakin kita jalan cahaya itu juga semakin mendekati kita? " tanya mas cebong. 

 

Dengan jurus ninja kita lari dan bersembunyi di semak-semak sambil berharap semoga cahaya yang seperti mata itu segera hilang (dengan mode wajah ketakutan semua, dan suasana mulai tegang ). "kita di pinggiran jurang kalau yang kita lihat itu muncul dari belakang pasti kita bakalan kaget dan bisa terjatuh," kata mas cebong (dah nethink ajalah pokoknya pikiran waktu itu, rasanya deg-degan banget ). 

 

Sekitar 10 menitan kita terjebak disini, antara lanjut atau tidak, kalau balik arah sayag sudah sampai sini, ntah kenapa rasanya takut sekali waktu itu. Dan biasanya mas cebong itu adalah sosok yang berani, tapi dia saja sampai takut. Karena kita juga nggak bisa terus berada di posisi seperti ini mas cebong memberanikaan diri buat lihat dan alhmdulillah cahaya itu udah hilang. Akhirnya Bismillaah kita melanjutkan perjalanan dengan tetap berdoa dan akhirnya sampai kita di pos 3 dan langsung diriin tenda. 

 

Setelah tenda beres, sementara bagi-bagi tugas ada yang masak, sholat dan persiapan istirhaat karena besok kita akan lanjut jalan. Sebelum kita benar-benar tidur cerita sedikit penasaran binatangkah atau makhluk alam sebelah dan kenapa yang melihat hanya kami berdua ( aku dan mas cebong ) sedagkan uul dan ndut tidak.. aahh ya udahlah alhamdulillah tdak terjadi apa apa dengan kami. Jam menunjukkan pukul 23.45, mas cebong, ndut dan uul mungkin sudah bermimpi sampai puncak.. ( puncak mimpicheekylaugh), tidurku tak nyenyak entah kenapa rasanya diluar seperti ada seseorang yang menjaga tenda didepan pintu pula.. sebenarnya aku penasaran ada apa diluar sana, bagaimana keadaannya tapi aku sendiri juga takut kalau harus mengeceknya sendiri.. dalam hati sambil berdoa dan akhirnya bisa tidur dengan sendirinya. 


Pagi pun datang, sunrise kali ini bisa sedikit menghangatkan tubuh. Kami lalu memasak buat sarapan dan setelah sarapan packing untuk melajutkan perjalanan menuju pos pohon tunggal. Jam 10.00 kita selesai masak sarapan tapi penyakit lamapun datang habis makan ngantuk  hahaha akhirnya kita tidur dan bangun sekitar pukul 13.00.


Aku dibangunkan oleh ndut "ayo bangun mau lanjut tidak udah siang ntar keburu sore hujan" katanya. Pukul 14.00 kami selesai packing dan melanjutkan pendakian. Ada satu trek yang jalan nya lumayan syahdu yaitu jalur spider sebelum sungai pos 3 ,butuh kehati-hatian karena kabarnya sebelum kita mendaki disini ada seorang pendaki yang terjatuh kepleset, dia selamat tapi mengalami patah tulang (yang penting yakin sama hati-hati aja ya pas lewat). Sampai di sungai pos 3 kami berhenti sejenak sembari menikmati pemandangan  tapi entah kenapa tiba tiba saja kabut mulai turun dan mnjadi gelap. "Ayo segera lanjut saja, karena takut nanti kita kejebak hujan disini kabut semakin tebal," kata mas cebong.

 

"Ayoo…, " jawabku, uul dan ndut berbarengan. Medan setelah sungai ini memang menurutku semakin membutuhkan kehati hatian. Jam menunjukkan pukul 16.30 kabut semakin tebal dan mulai ada tanda-tanda hujan. Dan pada saat kita sampaai di pertemuan antara jalur Dampit yaa " brreeesss " benar saja hujan angin yang begitu deras membuat kami harus berhenti (ini nih yang baru badai gunung bukan kece badai yang sering di ucapkan syahrini wkwk). Kami bingung harus bagaimana hujan deras dan angin yang kencang semakin menjadi jadi, langit gelap mas cebong mngeluarkan tenda rencana kita buka tenda di sini tapi tempat untuk kita berheenti ternyata jalan air dan itu nggk bakalan bisa buat diriin tenda. Aku cari jas hujan nggak ketemu-ketemu dan nggak ada yang pakai jas hujan samaa sekali. Basah kuyup semuanya, dingin sampai menusuk tulang, mas cebong ngeluarin flysheet dan kita berempat masing-masing memegang sisi flysheet untuk berlindung. Rasanya gak kuat menahan angin dan hujan yang semakin deras. Kami benar-benar terjebak ditempat ini. Mas cebong bergerak cepat karena dia tidak tega melihat ndut dan uul yang semakin menggigil kedinginan.


"kakiku udaah nggak kerasa apa2" kata uul
" pokoknya jangan sampai ada yang ngelamun, buat cerita dan berdoa sebisa kalian semoga hujan cepat reda," kata ndut. 


Mas cebong mengeluarkan tali untuk dikaitkanya dengann flysheet dan mencari rumput atau apalah yang bisa untuk menahan agar flysheet tidak terbang dan kita bisa berlindung dibawahnya. Disitu mas cebong sampai menggigil kedinginan. Kita mengeluarkan kompor untuk menghangatkan tangan yang mulai kaku.Tak bisa kubayangkan aku bisa terjebak di kondisi seperti ini. Si ndut dengan lantangnya ngomong, "Bong aku iseh pengen rabi iseh pengen duwe anak, gawe anak..kok koyo ngene dewe sak iki," yang dalam bahasa indonesianya "bong aku masih pengen nikah masih pengen punya anak buat anak jugalaughsurprise..kok kayak gini kita sekarang" (ajak bercanda ini bocah, memecahkan suasana lah wkwk) dengan mendengar ucapan seperti itu aku, uul, cebong merasa ingin tertawa kesal karena keadaan yang lagi kesusahan. Setelah 1 jam lebih terjebak badai akhirya berhenti, hujan pun mulai reda. tanpa berpikir panjang kita semua turun ke pos 3 dan kembali ke tempat camp kita yang kemarin malam.. gak butuh waktu lama kita dirikan tenda sebelum hujan turun lagi. Tenda pun berdiri siap buat di huni kita pun menghangatkan badan masing-masing dengan bekal seadanya. 

 

Waktu menunjukkan tengah malam dan kita pun tidur dengan perasaan bersyukur masih di beri keselamatan. Keesokan harinya hari pun cerah, bekal yang ada semakin menipis gas mau habis kita cuman makan seadanya yang penting kenyang. Matahari semakin terik, jam 09.00 kita jemur pakaian yang basah,ampun dah tenda gk kayak tenda jadi kayak gubug derita penuh pakaian basah wkwk.


Jam 11.00 siang kita packing dan start turun dari pos 3 jam 13.00. Pada saat kita melewati sungai sebelum pos 2 tanpa sengaja yuli berucap "kok bau wangi ya kayak dupa," nggak lama kemudian ndut juga bilang, "duh mbah waangi amettt, mau kemana ni? jalan jalan yah? Tapi kita numpang lewat mau pulang" sontak si mas cebong tanya "emang bau aapaaan?" Aku pun juga bertanya sama seperti mas cebong, dan ndutt jawab "udah udah yukk jalan..,nggak bau apa-apa" (pasti ini udah nggak beres ucapku di hati)

 

Kami pun turun sampai di pos 2 kami terpisahh menjadi 2 rombongan. Yuli sama cebong duluan sedangkan aku sama ndut belakangan. Aku duluan turun dan ndut jalan di barisan paling belakang sempat ngrasa takut jalan sendiri dan si ndut di jalan tu kayak marah-marahin siapa gtu padahal dia seendirii.. tteerreenggggggg sampai juga kita di basecampp tempat istirahatt.. sembari kitaa bersih2 badan dan istrht kita saling tukar cerita. 

 

Mulai dari si ndut dia udah keganggu sih katanya dari pos satu sampai pos 3 dia di ikuti laki-laki setengah baya tapi dia diem aja. Terus pas kami melihat cahaya seperti mata itu adalah penghuni situ, lalu saat kami turun kami memang di ikuti wanita berpakaian seperti sinden.

 

Pada inti ceritanya sih aku, uul, cebong dan ndut semua sama sama dapet surprise, ini kali ke 2 naik gunung sumbing kita gagal nggak bisa sampai puncak. Meskipun kecewa tapi kita seneng karena kita bisa mengalahkan ego kita sendiri untuk tidak memaksakaan hal yang malah bisa membahayakan diri kita. Oh iya ini yang lupa aku belum cerita, si endut ini emang dia indigo tapi dia lebih banyaak diem dan sering mengajaak bercanda ketika teman atau orang di dekatnya merasaa terganggu sama hal-hal mistis. Intinya dimanapun kalian berada tetap jaga sikap, tingkah laku jangan sembarangan berucap dan membesarakan egomu untuk kepuasan semata dan tetep selalu hati hati. Seperti kata pepatah orang jawa "elingg lan waspodo" artinya "ingat peraturan dan berhati hati daalam bertindaak".. makasih smiley  (tamat)

 

 

Punya cerita misteri saat pendakian? atau memiliki tips/ilmu/pengetahuan soal pendakian? Punya kisah tentang seseorang yang menginspirasi? Memiliki referensi film atau acara televisi yang mungkin akan bermanfaat bagi orang lain, terutama para pejalan? Punya toko outdoor untuk dipublikasikan?  Memiliki kisah perjalanan ke suatu tempat wisata beserta tipsnya? Ada event seperti lari, panjat tebing, navigasi darat (kecuali open trip dan pendakian massal yah).

Punya info tersebut? Mau berbagi ke website kami?
Silahkan untuk mengirimkan materi tulisan ke redaksi kami > urbanhikersmagazine@gmail.com < 


Dimohon jika itu tulisan milik orang lain untuk tidak lupa mencantumkan sumbernya.

 


Sumber : instagram @urban.hikers