Fri, Jun 22, 2018 9:57 PM

Disambut Tuan Rumah Curug Leuwi Lieuk

dok. id instagram @Octaavi_


Narasumber : id instagram @Octaavi_ (Dibuat sumber aja ya min)

 

Hai Guys.. Nama aku Octavioni Syifa Jasmine, bisa dipanggil Octa atau Geli (Gendut Lincah) wkwk. Alhamdulillah di kesempatan kali ini, aku bisa turut berbagi cerita ke sobat-sobat setia Urban Hikers. Nah sekarang ini aku mau ceritain pengalaman aku yang agak beda dari cerita yang biasanya team Urban Hikers posting, cerita aku ini mengenai trip aku ke Curug Leuwi Lieuk, Bogor, Jawa Barat.  Sebenernya perencanaan ini udah kami rencanain sebelum tahun baruan 2018 hehe, tapi apalah daya baru kesampean pada 21 Febuari 2018. Setelah aku dan ketiga 3 teman ku (Jojo, Viktor (panggilan pacet), dan Bang Rusdi) sudah merencanakan managemen logistik, estimasi waktu dan transportasi kami berangkat pagi itu dari stasiun  pondok cina sekitar pukul 09:00 wib. Kali ini aku perempuan satu-satunya dalam team perjalanan.

Okay singkat cerita kami tiba di lokasi pada pukul 13:00 wib. Lalu pacet dan bang rusdi segera menentukan lokasi pembangunan tenda. Kami membawa 2 jenis tenda dengan berkapasitas 2 orang dan 6 orang. Tenda berkapasitas 2 kami gunakan untuk meletakkan barang bawaan kami. Setelah selesai membangun tenda pada pukul 15:00 wib dengan kokohnya, *ceilah kokoh udah kaya semen:p* . Kami diguyur hujan yang cukup lama, aktifitas kami sedikit terhambat karna intensitas air yang lumayan besar. Setelah hujan reda, jojo dan pacet bersiap untuk memasak makan malam untuk kami yang kebetulan belum makan sedari tadi semenjak keberangkatan kami kesana. Aku merasa sedikit lebih lelah dan meminta izin untuk tidak membantu menyiapkan makanan dan mereka mengerti. Senangnya memiliki partner adventure seperti mereka yang selalu menganggap aku sebagai ratunya hehe. Yak, lanjut lah aku beristirahat memasuki tenda duluan dengan tujuan untuk memejamkan mata sebentar.

Disinilah alkisah mengapa aku menulis cerita ini, hehe…, Sayup – sayup aku mendengar suara gelak tawa dan seperti seorang wanita yang sedang mengobrol. Aku terbangun dengan maksud ingin berkenalan dengan wanita itu karena aku bosan tak ada perempuan yang bisa aku ajak ngobrol mengingat temanku semua laki – laki. Aku keluar tenda dan hanya mendapati jojo dan pacet yang sedang makan hidangan karyaanya dan bang rusdi yang sedang asik berfoto ditepi tebing. “hai ndut, bentar amat  tidurnya? Nih makan yuk,” ucap jojo sambil menatapku aneh. Lalu pacet bertanya, “kenapa keluarnya kaya buru – buru gitu? Mau kemana?” aku terdiam dan masuk kembali kedalam tenda tanpa menjawab pertanyaan dan penawaran 2 lelaki itu.Aku merebahkan badanku berharap ini hanya khayalan ku karena aku yang kelelahan. Selang beberapa menit aku sedang bermain ponselku, aku mendengar suara wanita berbisik ditelingaku dan berkata “Hati – hati ya teh..” nah loh? Siapa coba? Aku lalu keluar tenda lagi dan bertanya dengan mereka bertiga yang dari tadi asik bersenda gurau “Lagi ngobrol sama siapa sih?” tanyaku. Jojo terbungkam seraya berhenti mengunyah suapan makanannya dan menatap pacet, ia berkata “kami bertiga doang disini, gak ada siapa – siapa lagi ndut..” dengan raut wajah yang heran. Bang rusdi tersenyum dan berkata, “keberisikan yaa?” lagi lagi aku tertegun mendengar suara misterius itu.

Skip ya, saat itu pukul 18:00 wib dan langit mulai gelap. Aku berusaha melupakan kejadian itu. Sedang asik ngobrol aku melihat ditepian pohon rindang ada sesosok lelaki seperti memakai sarung yang disangkutkan di pundak dengan baju putih polos dan celana ngatung mengenakan peci hitam, hampir mirip tampilan ala pendekar betawi. Ia tersenyum padaku dan mengarahkan jempolnya ke sisi belakangnya seperti menunjukan arah. Aku hanya diam menguatkan diri dengan membalas senyum dan berdoa suratapapun didalam hati. Aku memejamkan mata sambil komat – kamit, sadar dengan tingkah anehku, jojo menepuk pundakku dan bertanya “liat apa?” aku hanya diam lalu menggelengkan kepala dan menahan untuk tidak bercerita apa yang sebenarnya terjadi. Bang rusdi datang dari sisi kanan tenda dan memberikan aku teh manis hangat dan mie instan cup karena mungkin dia tau aku belum makan, hehe. Disini perasaan ku sudah lega sedikit, mungkin sebenernya karna aku lapar jadi agak cemen ya wkwkwk...,

Tak terasa waktu menunjukan pukul 22:00 wib, dan pacet berinisiatif untuk mengajak berdoa bersama sebelum kita tidur. Alhamdulillah kami semua seiman lalu memutuskan untuk membaca beberapa ayat suci Al-Qur’an. Setelah selesai pacet dan bang rusdi langsung ingin merebahkan tubuhnya karena mereka pasti lelah. Jojo bilang “mau bobo ga? aku gabisa tidur tadi ngopi kebanyakan hehe..” aku senang mendengarnya karena sejujurnya aku juga belum ngantuk. Jojo keluar tenda dan bilang mau buatin aku coklat panas dan mengambil rokoknya di tenda barang.Aku hanya memainkan ponselku sambil menunggu jojo. Tiba – tiba terdengar suara langkah yang sangat berat seperti tumit yang sengaja diadu dengan ubin.Suara itu tepat disebelah kananku, pembatas tubuhku dan suara itu hanya fly sheet. Aku gak berani keluar buat mastiin itu jojo atau bukan, aku hanya memanggilnya, “ Jo? Jojo udah selesai belum? “tapi tak ada jawaban sama sekali dan hanya terdengar suara deruh air. Langkah itu mendekat pintu masuk tenda lalu tiba tiba berhenti setelah aku berucap “Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil” dengan lantang. Lalu terdengar suara hembusan nafas yang sangat berat dan tangan yang besar seperti mengelus tenda kami. Aku mematung dengan tarikan nafasku sangat cepat, sudah mencoba membangunkan bang rusdi dan pacet tapi mereka tak menggubris aku.Suara itu hilang setelah aku membaca ayat kursi. Lalu jojo datang dengan santai seperti tidak terjadi apa – apa, padahal jarak tenda hanya sekitar 50 meter dibatasi dengan pohon yang sudah dipotong sampai hampir ke akarnya. Aku terdiam dan tetap diam, sadar wajahku pucat jojo bertanya “ kamu tuh kenapa sih? “ aku hanya tersenyum dan mengambil coklat panas ditangannya dengan sigap. Aku langsung meneguk coklat panas itu padahal jojo bilang itu baru mendidih tapi mungkin the power of panik panik ajaib wkwk…,

Waktu menunjukan  pukul 00:00 wib aku mulai mengantuk lalu memutuskan untuk tidur dan jojo juga ikut tidur. Alhamdulillah kami terlelap sampai pagi hari pukul 08:00 wib tanpa gangguan tuan rumah Leuwi Lieuk,. Pacet dan bang rusdi bersiap untuk  memasak sarapan, aku dan jojo ditugaskan mengambil air di sumber air terdekat. Aku melihat sosok lelaki pendekar itu lagi, kali ini dia menatapku dengan wajah murung seperti sedih dengan alis yang menekuk. Tak tau ada apa dengan dirinya dan apa maksudnya. Aku hanya tersenyum padanya dan melambaikan tangan. Aku menoleh ke jojo untuk mengenalkan dirinya dengan sosok itu lalu setelah ku toleh lagi sosok itu tak ada. Jojo bingung dan lekas mengajak aku kembali ke tenda. Tapi entahlah setelah ku lambaikan tanganku kepada sosok itu perasaanku sangat lega, tak ada lagi rasa takut.

 

Lanjut, Kita kembali ke tenda dengan menu masakan sederhana yang sudah disusun dengan demikian rupa oleh chef pacet hehe..., Kami menyantap makanan bersama. Setelah itu pukul 10:00 wib mereka mengajak aku mandi di curug sebelum pulang.Aku menolak tawaran itu dan lebih memilih menyakiskan saja tingkah aneh ketiga teman ku ketika mandi hehe.Semua berjalan lancar dan aman tanpa ada uji nyali wkwk…, Pukul 12:00 wib kami packing dan bergegas pulang. Kami berdoa sebelum pulang berharap kami selamat sampai rumah masing – masing.

Dan, Alhamdulillah lagi guys pukul 16:00 wib kami sampai di rumah masing – masing dengan keadaan sehat walafiat. Aku menceritakan hal ini keesokan harinya dirumah bang rusdi, mereka hanya diam sambil nunjukin bulu kuduk mereka aktif hahaha…, Ya sudah, sampai sini aja ya gengs ceritanya. Ingat ya, dimanapun kamu berada tetap minta untuk selalu ada dalam lindungan Tuhan. Salam lestari. (tamat)

 

 

 

Punya cerita misteri saat pendakian? atau memiliki tips/ilmu/pengetahuan soal pendakian? Punya kisah tentang seseorang yang menginspirasi? Memiliki referensi film atau acara televisi yang mungkin akan bermanfaat bagi orang lain, terutama para pejalan? Punya toko outdoor untuk dipublikasikan?  Memiliki kisah perjalanan ke suatu tempat wisata beserta tipsnya? Ada event seperti lari, panjat tebing, navigasi darat (kecuali open trip dan pendakian massal yah).

Punya info tersebut? Mau berbagi ke website kami?
Silahkan untuk mengirimkan materi tulisan ke redaksi kami > urbanhikersmagazine@gmail.com < 


Dimohon jika itu tulisan milik orang lain untuk tidak lupa mencantumkan sumbernya.


Sumber : instagram @urban.hikers