Wed, Sep 19, 2018 2:28 PM

Diputar-Putar di Gunung lawu

ilustrasi saja


#urbanmystery Narasumber : Mario

 

Ini cerita horor yang saya alami tahun 2013 di gunung lawu via cemoro kandang, waktu itu saya pengen coba naik gunung karena saya belum pernah naik gunung. Akhirnya saya minta teman kantor saya buat nemenin saya. Saya biarkan dia yang memilih gunung yang akan dituju kecuali gunung slamet, salak, ciremai (karena kakak saya nggak mengijinkan saya kesana, nggak tahu alesannya kenapa).

 

Akhirnya pilihan pun jatuh ke gunung lawu.

Sialnya, saya mengajak teman yang gila (dalam tanda kutip) dan gokil kelakuannya, dia bilang ke saya untuk mendaki berdua, saya turuti saja yang penting naik gunung. Akhirnya kami berangkat. Singkat cerita kami sampai di pintu masuk cemoro kandang, saya yang masih awam dan nggak tahu latar belakang gunung lawu hepi-hepi saja ngeliat sesajen di pintu masuk pendakian. Yang saya tahu lawu itu indah. Akhirnya kami mendaki jam setengah 5 sore (ini gila menurut saya pribadi, berdua lagi). Pos 1 dilewati tanpa hambatan, anehnya foto-foto yang saya ambil blur semua.

 

Di pos 2 kaki kanan kiri saya sakit, sehingga saya dituntun teman saya, rasa sakit membuat saya putus asa dan terus mengeluh hari sudah gelap di belantara namun kami belum menemukan pos 3, saya masih bisa tahan walau terus mengeluh dan tak lama kemudian...

 

Kami menemukan pos bayangan, saya senang karena saya pikir itu pos 3, saya langsung ajak teman saya berteduh namun dia langsung marah dan menarik jaket saya, "oi yo! Ini bukan pos 3, kita harus cepet pindah dari sini! Tahan yo, lu bisa."

 

Entah kenapa teman saya yang pemberani dan tenang mulai keliatan was-was dsini, seperti ada yang disembunyikan, akhirnya dengan terpaksa saya menuruti teman saya. Mental saya sudah down karena menahan rasa sakit di kaki saya, namun pos 3 tak kunjung sampai, saya terus mengeluh tak sadar mengeluarkan kata-kata sedikit kasar. Teman saya mengajak beristirahat sejenak, saya haus, saya lalu meminta minum dari teman saya, "kok.. gua minta minum .. terakhir deh gua.. (belum selesai ngomong teman saya marah katanya jangan ngomong terakhir-terakhir!).

 

Teman saya entah kenapa was-was serasa nggak beres semenjak di pos bayangan namun dia berusaha nutupin buat nyemangatin saya.  Kami lalu lanjutin perjalanan, di tengah perjalanan kami denger suara ramai sekali, teriakan cewek-cewek ketawa. Dan kami pun antusias dan berpikir bahwa pos 3 sudah sangat dekat. Teman saya bilang, "yo ! Lu denger kan! Pos 3 udah deket yo, semangat!"

 

Semangat saya pun timbul kembali, kami pun mempercepat langkah, terus, terus dan terus.

 

Namun perlahan suara teriakan itu menghilang. Kami pun segera didekap rasa kecewa, karena tak sampai-sampai di pos 3, sesaat kemudian teriakan itu muncul, kami semangat lagi, kami teruskan perjalanan. Saya sudah tidak fokus ketika itu, perhatian saya teralihkan ke kaki saya yang sedang sakit, tapi teman saya entah kenapa menjadi pendiam dan pucat, seperti ada yang tidak beres. Ini gawat, kalo dia tumbang, nggak ada lagi penyelamat saya, di tengah hutan dan malem-malem lagi.

 

Kami pun terus melanjutkan perjalanan. Berjalan, tiba-tiba teman saya berhenti dan mengarahkan headlamp nya ke tanah, saya tanya, "kenapa ko??” dia diam.

 

Saya tanya lagi, "woyy.., kenapa lu diem aja!" akhirnya dia menoleh ke saya dan berkata "yo.. liat jalan ini, kita udah 3 kali muter-muter lewat jalan sini, astagfirullah kita diputer yo," saya pun liat ke tanah dan sekitar, dan benar bahwa kami berada di tempat yang sama, kaki saya lemas, saya memegang jaket teman saya erat-erat, "ko.. Ko.. gimana ini???" teman saya pun panik, pucat, mungkin sepengalaman dia mendaki gunung-gunung baru kali ini dikerjain kayak gini.

 

Teman saya mencoba tenang, akhirnya saya ikut tenang namun teman saya adalah orang yang "gila", tak disangka-sangka dia lalu berteriak tiba-tiba di tengah hutan, "assalammualaikuuuuuuummm!!!! maaf kami nggak ganggu dan numpang lewatt aja !!!," saya panik. Gila ini orang. Dia lalu bilang ke saya, "kita terus jalan, kalo nanti di tengah jalan nemu sesosok nenek-nenek jangan panik."

 

Parah. Rasanya mau nangis ketika mendengarnya. Kami pun berjalan kembali, kaki saya hilang sakitnya karena saya fokus ke ketakutan saya hehehe..

 

Saya pegang erat jaket teman saya dan 30 menit kemudian kami sampai di pos 3. Kami lihat beberapa kelompok disana, kami langsung bergerak mendirikan tenda karena kami sudah basah kuyup karena hujan. Saya pun tumbang dan langsung tidur, teman saya ngopi dengan santai.

 

Paginya, kami mengobrol dengan seorang pemuda (mas-mas saya manggilnya). Dia nanya, "gimana semalam perjalanan kesini?" teman saya pun menjawab, "ah nggak kenapa-kenapa mas, biasa aja hehe.., kenapa mas?", mas nya lalu bercerita, "seminggu atau 2 minggu yang lalu katanya ada yang meninggal, katanya pendaki-pendaki lain ketemu pendaki jaket ijo di tengah jalan ditanya nggak jawab nunduk mulu, lokasinya deket pos bayangan,"

 

Teman saya lantas menjawab, "pantes mas hehe..," saya geleng-geleng ajalah ckckck, terus saya tanya beberapa hal yang masih buat penasaran ke teman saya, “maksud lu nenek-nenek waktu itu apa?"

"Ooh.., kata teman gua di daerah situ penunggunya nenek-nenek."

haihaaaah !! Kami pun langsung lanjutkan perjalanan ke puncak, sesampainy puncak terasa hambar. Sepi amat? Mana pendaki lain? Terus teman saya jawab, "mereka bikin tenda di mbok yem yo," saya jawab "yuklah kita ke mbok yem, udah sore nih," teman saya cengengesan "ngapain.., kita pendaki beda yo.. kita nginep di puncak lawu hehe..," saya pasrah aja karena lelah, akhirnya kami dirikan tenda di puncak dan bermalam, ada yang buat saya nggak enak. Entah kenapa saat malam tenda seperti ada yang mencakar-cakar (saya pikir itu sejenis monyet), gaduh sekali, teman saya pun keluar tenda. Tapi nggak ada apa-apa, saya merinding saya pegang jaket teman saya supaya nggak kabur hahahaha…, (tamat)

 

 

Punya cerita tersendiri saat pendakian? atau cerita misteri saat pendakian? atau memiliki tips/ilmu/pengetahuan soal pendakian? Punya kisah tentang seseorang yang menginspirasi? Memiliki referensi film atau acara televisi yang mungkin akan bermanfaat bagi orang lain, terutama para pejalan? Punya toko outdoor untuk dipublikasikan?  Memiliki kisah perjalanan ke suatu tempat wisata beserta tipsnya? Ada event seperti lari, panjat tebing, navigasi darat (kecuali open trip dan pendakian massal yah).

Punya info tersebut? Mau berbagi ke website kami?
Silahkan untuk mengirimkan materi tulisan ke redaksi kami > urbanhikersmagazine@gmail.com < 
Dimohon jika itu tulisan milik orang lain untuk tidak lupa mencantumkan sumbernya.

.

.

Bagi yang mau mendukung atau beriklan di website, silahkan hubungi

> Phone: (+62) 857-7792-0672 atau kirim email ke : urbanhikersmarketing@gmail.com <


Sumber : instagram @urban.hikers