Thu, Feb 22, 2018 11:42 AM

Pohon Keramat Pos 2 Jalur Candi Ceto Gunung Lawu

dok. mynameisfahmie.blogspot.co.id


#urbanmystery Narasumber Id instagram : @dzakymahdi (Id Line : dzakymahdi)

Foto by : id instagram @fahmieahmadd ( mynameisfahmie.blogspot.co.id )

 

Tanggal 23 November 2017 kami memutuskan untuk mendaki Gunung yang terkenal dengan keangkerannya, yaitu Gunung Lawu. Kami berjumlah 8 orang zumar, cak wew, nikki, zenias, adit, a'at, ucil dan saya sendiri. Kami berdomisili surabaya dan sidoarjo dan kami berangkat dari surabaya menggunakan mobil. Kali ini kami mencoba jalur yang tidak pernah kami lewati sebelumnya, yaitu jalur Candi Cetho.

 

Kira-kira pukul 09.00 kami start dari basecamp, saat perjalanan naik saya tidak merasakan ada hal-hal yang aneh, tapi saya ingat kalo pos 2 ada pohon yang katanya keramat(pohonnya besar dan di balut kain warna kuning) di pos 2 kami sempat berfoto-foto dulu, nggak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan kami. Waktu kita mendaki hampir tidak terkena sinar matahari karena selalu mendung, kabut dan hujan.

 

Sekitar pukul 19.00 kami sampai pada spot untuk membuka tenda yaitu Gupak Menjangan, kami memutuskan ngecamp disini karena ada sumber air. Keesokan harinya pada pukul 06.00 cuaca di luar masih berkabut dan akhirnya kami memutuskan untuk naik kepuncak pukul 10.00, sayangnya kita gak semua sampai puncak cuma sampai warung Mbok Yem, tapi 2 teman kami a'at dan ucil tetap ingin sampai puncak meskipun waktu itu di Mbok Yem masih diguyur hujan.

Saat turun tim kami terbagi menjadi dua, ada yang lanjut turun jalur Cemoro Sewu (nikki, zumar dan ucil) dan tetap turun jalur Candi Cetho (adit, cak wew, zenias, a'at dan saya) karena mobil kita di parkir di basecamp Candi Cetho. Kami turun dari Mbok Yem sekitar pukul 14.00 dan tim saya yang turun jalur Candi Cetho sampai di Gupak Menjangan sekitar pukul 15.00, dengan cepat kita membereskan tenda dan barang-barang yang lain. Setelah selesai packing sekitar pukul 16.00 kami langsung melanjutkan perjalanan turun (fyi ada 5 pos di jalur Candi Cetho).

Sampai di pos 3 langit sudah mulai gelap (pukul 18.00) meskipun aslinya gelap terus gara-gara selalu berkabut waktu itu. Pada pos 3 kita berhenti sebentar untuk menyiapkan headlamp kami masing-masing, setalah sudah siap semua kami melanjutkan untuk turun.

Keanehan di mulai saat kami turun dari pos 3, nggak lama turun dari pos 3 kami bertemu rombongan open trip yang jumlah pendakinya kira-kira 20 orang dan rombongan itu adalah rombongan terkakhir yang kami temui saat turun setelahnya kami tidak bertemu pendaki lagi sama sekali.

 

Teman kami yaitu cak wew mulai muntah-muntah, kami memutuskan untuk istirahat sebentar, sekitar 5 menit kami melanjutkan perjalanan, tapi gak lama teman kami cak wew muntah-muntah lagi, kali ini tambah parah ngedropnya terpaksa kita berhenti lagi lumayan lama. Di tambah lagi waktu itu hujan lagi-lagi datang lalu kami memutuskan untuk lanjut jalan meskipun hujan karena kita mengejar pos 2 biar ada tempat berteduh karena setiap pos ada gubuknya.

Sampai pos 2 kami berniat beristirahat agak lama karena hujan gak berhenti, namun Tuhan berkata lain. Saat itu teman kita a'at buang air kecil entah di spot mana saya tidak tanya, setelah a'at buang air kecil zenias ternyata kebelet juga dan zenias bertanya pada a'at tadi pipis dimana.


Saat mereka melakukan percakapan saya nggak sengaja berdiri dan menghadap pohon besar yang saya lupa bahwa di pos 2 ada pohon besar yang dibalut sama kain warna kuning, jujur saya tiba-tiba lupa kalo pos 2 itu sangat angker.


Dan saya sangat kaget dan bisa di bilang takut karena waktu saya melihat ke arah pohon itu saya melihat sosok hitam berambut panjang ada di balik pohon besar itu. Nggak pakek basa basi lagi saya langsung mengajak turun teman-teman saya, "eh ayo wes mudun saiki, kene mandek maneh nak pos bayangan ae (eh ayo turun sekarang, kita berhenti lagi di pos banyangan aja)". Saat aku mengajak turun ada beberapa yang paham dan ada yang tidak paham kenapa saya tiba-tiba ngajak turun.

 

Langsung kami jalan lagi dan berhenti di pos bayangan (antara pos 2 dan pos 1), hujan tetap menemani perjalanan turun kita dan berhenti di pos bayangan agak lama sekitar 15 menit.

Saat kami lanjut turun formasi kami berubah, yang awalnya saya di depan sekarang saya di belakang sendiri dan saya ngerasa ada suara orang berjalan di belakang saya, dan langka kami semakin cepat yang awalnya jatuh berdirinya agak santai kali ini pas jatuh langsung cepet-cepet berdiri wajarlah namanya ketakutan, di tambah lagi ke basecamp kami sempet nyasar setelah Candi Monyet, jalan naik dan turun beda kami sangat bingung untungnya disana sudah ada sinyal dan kami liat Google Maps(memanfaatkan teknologi).

 

Sekitar pukul 22.00 kami sampai di basecamp, istirahat sebentar lalu lanjut turun untuk menjemput teman kami yang turun lewat jalur Cemoro Sewu. Sampai di basecamp Cemoro Sewu saya menceritakan kejadian tadi. Teman saya yang bernama Nikki juga bercerita saat perjalanan naik dia selalu di belakang dan dia juga merasa di ikuti seseorang waktu naik, dia merasa di ikuti seseorang selepas pos 2 sampai pos 5 (Bulak Peperangan). (tamat)

 

 

Punya cerita tersendiri saat pendakian? atau cerita misteri saat pendakian? atau memiliki tips/ilmu/pengetahuan soal pendakian? Punya kisah tentang seseorang yang menginspirasi? Memiliki referensi film atau acara televisi yang mungkin akan bermanfaat bagi orang lain, terutama para pejalan? Punya toko outdoor untuk dipublikasikan?  Memiliki kisah perjalanan ke suatu tempat wisata beserta tipsnya? Ada event seperti lari, panjat tebing, navigasi darat (kecuali open trip dan pendakian massal yah).

Punya info tersebut? Mau berbagi ke website kami?
Silahkan untuk mengirimkan materi tulisan ke redaksi kami > urbanhikersmagazine@gmail.com < 
Dimohon jika itu tulisan milik orang lain untuk tidak lupa mencantumkan sumbernya.

.

.

Bagi yang mau mendukung atau beriklan di website, silahkan hubungi

> Phone: (+62) 857-7792-0672 atau kirim email ke : urbanhikersmarketing@gmail.com <


Sumber : instagram @urban.hikers