Sun, Jan 20, 2019 4:35 PM

Perjuangan Keyakinan Hati

dok. id facebook Dian Nurhayati Binti Koharudin


#urbanbaperan Narasumber Abang Kece :

 

Suatu hari, basecamp kami kedatangan seorang pria usia 30-an ke atas. Kami mengenalnya ketika bersilahturahmi di salah satu rumah kenalan kami. Singkat cerita, ternyata rumah doi nggak jauh dari kontrakan (workshop) tempat kami tinggal, di sekitaran daerah taman mini. “Lain kali ane mampirlah ke tempat ente, rumah ane ga jauh dah masih kisaran cedang.”

“Ntar kita masak-masaklah di workshop ente,” janjinya ketika itu.

 

Sekitar seminggu kemudian, beliau beneran nih maen ke workshop. Dan ternyata si abang kece baru nganter anaknya ke salah satu tempat pengajian yang lokasinya emang nggak jauh dari workshop. Namun baru bener-bener menarik ketika di kunjungannya yang kedua, ketika membawa salah satu anaknya yang bernama Nadira (4 tahun). Nah disanalah dia mulai cerita tuh awal mula bikin anak eh awal mula ketemu istri maksudnya.

 

Seperti apa ceritanya, ya seperti begitu #apasih

Okay, cekidot…,

 

Jadi awal mula kami kenalan itu melalui perpanjangan tangan (bantuan) dari komunitas bernama Jejak yang berlokasi di buaran. Soal ketemu mah belum pernah, dia ikut event yang diselenggarakan Jejak pada tahun 2006 sementara saya pada tahun 2007. Nah disinilah peran anak-anak jejak dimulai. Jadi karena melihat ane masih jomblo di tahun 2008 mereka berinisiatif mengenalkan ane kepada beberapa orang, wanita ya min, ya kali cowok hehe..,

Dikasihlah 3 buah jalan, namun entah mengapa yang paling nempel ya salah satu dari mereka, perempuan bernama Dian.

 

Jadilah min terus-terusan chatting lewat ym (yahoo messenger) selama 3 bulan, dan nggak pernah ketemu yah min cuma chattingan doang. Dan sejak itu emang bisa dibilang makin dekat dan dekat. Dia pun sangat terbuka menerima kehadiran ane di kesehariannya.

 

Nah barulah di awal tahun 2009 ane ketemu langsung sama dia. Jadi awal mula ceritanya itu berawal dari pernikahan temannya min. Intinya sih, karena dia nggak tahu arah lokasi pernikahan temannya nah jadi dia minta tolong untuk dipandu ke lokasi tempat temannya itu. nah ane sigap dong, bersyukur juga sih demen bolang sana-sini jadi tahu jalan dah. Disanalah ane mulai ngobrol langsung min (deg-degan bangetlah saat itu). Beruntungnya, eh orangnya ternyata asik min dan nyambung banget, menyenangkan diajak ngobrol. Suasana selalu berlangsung cair kalo lagi sama doi.

 

Petualangan pun berlanjut...

Sehari setelahnya kami pun jalan bersama ke Cibodas, pergi ke air terjun Cibeureum. Kadang kalo dipikir gile juga yak sehari langsung diajak jalan jauh hahaha…,

Nah disana dia cerita bahwa dia ingin mendaki ke gunung Rinjani, cuma karena pernah ngalamin cerita nggak ngenakin ketika di pendakian gunung kerinci, jadi dia semacam cari orang yang bisa dipercaya dan buat dampingin gitu. Ya ane langsung mengacungkan jari dong, menyatakan akan menemaninya kalo dia niatan kesana.

Dari sanalah komitmen kami dimulai. Meski belum menemukan jalan untuk ke Rinjani namun kami mulai komitmen untuk mempersiapkan fisik min. Dari sana kami mulai rutin juga olahraga bareng. Pokoknya dia mau ngapain ane temenin deh hehehe…,

Nah apalagi tempat kerja dia dekat dengan rumah ane (kerjanya di kampus Binus, nah sementara rumah ane di Rawabelong) jadilah makin dekat kan, ya secara lokasinya selemparan galah dah.

 

Nah seminggu setelah itu, ane beranikan tekad ane buat nembak dia min, hasilnya? Ditolak min frown

Namun saat itu nggak dijelasin alasan penolakannya apa. Nah ketika ane udah mau balik kanan dan pergi menjauh eh malah dia yang nempel min. Ya ane sih tetep terbuka cuma pada saat itu juga jaga jarak. Ya bagaimanapun kan ane dah ditolak hehe..,

Meskipun begitu, perasaan ke dia tetep nggak berubah, dan dia pun tetap sama sikapnya dan pendiriannya. Anehnya sih malah makin deket min, dia yang malah semakin deket. Ane ditelepon, eh lain waktu dia yang maen ke rumah, lalu ngajak ketemuan dan jalan. Seneng sih min walau merasa digantung hiks..,

 

Balik ke april 2009, ada event dari Larva untuk pendakian ke gunung gede, nah kami ikut pendakian bareng dari mereka, sekedar untuk menjaga kondisi fisik gitu.

 

Perjalanan pun berlanjut..,

Hingga 6 bulan setelahnya, tepatnya di bulan juli, saat perjalanan ke cibodas, di menunjukkan sebuah sms tuh min, isinya adalah sebuah keputusan ,kejelasan, dan titik cerah buat saya sih min blush

Pada intinya, doi dapat kejelasan tentang hubungannya yang selama ini juga gantung. Dan kejelasan itu belum didapatkannya dari lama, bahkan jauh sebelum deket sama ane. Intinya sih setelah tidak ada kecocokan dimana mereka berdua diem aja selama berbulan-bulan. Dan jawaban itu akhirnya diterima doi min. 

 

Ternyata alasan dia menolak ane karena dia masih memiliki pacar namun hubungan mereka memang tengah gantung gitu.

Perasaan ane saat itu tentu seneng banget dong min laugh

Nah dari sanalah komitmen dimulai, bisa dibilang pada awal bulan juli itu kami telah jadian. Tanpa tending aling-aling langsung aja ane tanyain, "kapan mau dilamar,"

 

Dhuar banget kan min laugh

“Kita mau jalanin ini serius kan,” tanya ane lagi. Ya doi tentu saja bilang iya. Nah mulailah kami berencana menikah di akhir tahun 2009. Ya tentu aja ane juga ngomong langsung juga ke babeh, emak sama keluarga besarnya. Bahkan saat lebaran tahun 2009 itu ane menemani doi min silahturahmi keliling ke keluarganya.

 

Nah mulai rutin juga olahraga bareng buat jaga kondisi fisik, apalagi di tahun itu kami mendapatkan kabar bahwa anak-anak Jejak ngadain pendakian ke gunung Rinjani. Acaranya sendiri akan berlangsung di bulan September, tepatnya beberapa hari setelah lebaran. Ya kami tentu saja membulatkan tekat buat bareng mereka dong. Ya itung-itung juga buat pre-wed min hehe..,

 

Dan sejak april itu juga sering bolak balik nganterin Kemanggisan - lubang buaya. Karena jaraknya lumayan dan capek juga kalo mesti bolak-balik, akhirnya ke Buaran aja buat nginep di basecamp nya anak-anak jejak.

 

Nah bulan September pun tiba, dan beberapa hari sebelum keberangkatan kami pun prepare bareng. Menyiapkan peralatan tempur dan kesiapan buat foto-foto disana.

 

Perjalanan berlangsung baik min. Pokoknya lancar. Emang nggak muncak karena saat tiba di letter S (titik yang nggak jauh dari puncak gunung Rinjani) doi ngomong, “yaudah yuk turun, jangan memaksakan kondisi,” ya ane mah iya aja dan pahamlah maksudnya. Apalagi tujuan kami dari awal ya emang buat foto-foto pre-wedding itu min hihihi…,

 

Dan Alhamdulillah nya dapat banyak bantuan selama di gunung Rinjani. Terutama dari segi dokumentasi (makasih banyak bangetlah buat mereka semua, terutama buat anak-anak jejak atas usulan kostum dan bantuannya selama disana).

 

Cerita lengkap pre-wedding mereka bisa dilihat melalui foto-foto berikut.

 

“Awas aja lo udah jauh-jauh pre-wedding nggak jadi,” gurau salah seorang teman. Kami pun menanggapinya dengan tawa saja.

 

Namun sebaik-baiknya rencana manusia, semua akan kembali lagi ya min kepada restu Allah. Jadi setelah event itu ane dapet musibah min di pekerjaan. Dan mengharuskan ane buat mengganti akibat musibah itu. Namun dibalik setiap musibah selalu tersimpan berkah, karena semua permasalahan itu juga dibantu sama doi min, dan karenanya permasalahan pun cepat selesai. Namun karena hal itu kami juga bersepakat bahwa rencana menikah memang harus diundur ke tahun berikutnya. Dan niat itu pun segera disampaikan kepada pihak keluarga.

 

Puncak Penantian…,

Akhirnya tahun itu pun datang. Saya melamarnya tepat pada hari ulang tahunnya di tanggal 5 Juni 2010. Sebuah puncak kebahagiaan, dari lika-liku perjalanan kami berdua. Resepsi kami sendiri diselenggarakan pada tanggal 3 oktober 2010.

 

Cerita lengkap pernikahan mereka bisa dilihat melalui foto-foto berikut. 

Dan hingga kini, pernikahan ini telah berjalan selama 7 tahun dan kami memiliki 3 orang buah hati bernama Nadzifah (6 tahun) dan Nadira (4 tahun) dan Nadine (1 tahun).

 

Sekian aja cerita dari kami min, semoga dapat menginspirasi dan menyemangati para pria jomblo di seantero negeri. Bahwa yang namanya jodoh, yakini dan segera resmikan hehehe (tamat)

 

 

 

 

By the way yang punya cerita baper selama di gunung, bisa kok kirim cerita kalian ke kami. Kirim aja ke email > urbanhikersmagazine@gmail.com < Kali aja nanti juga bakal direpost di instagram. Jumlah kata dibebaskan, nama bisa dirahasiakan, pokoknya selama cerita itu menarik akan kami pertimbangkan. 

 

Dimohon jika itu tulisan milik orang lain untuk tidak lupa mencantumkan sumbernya.

Bagi yang mau mendukung atau beriklan di website, silahkan hubungi

> Phone: (+62) 857-7792-0672 atau kirim email ke : urbanhikersmarketing@gmail.com <

Cerita lengkap pre-wedding mereka bisa dilihat melaui foto-foto berikut. Link >>

 


Sumber : instagram @urban.hikers