Wed, Sep 19, 2018 1:46 PM

Review Film Wood Job

dok. Wood Job (movie 2014)


#rekomedasikaumurban Judul Film : Wood Job

Director : Shinobu Yaguchi
Writer : Shion Miura (novel), Shinobu Yaguchi
Release Date : May 10, 2014

 

Yuki Hirano (Shota Sometani) seorang pelajar SMA yang tidak lulus ujian akhir terpaksa harus menjalani satu tahun lagi sekolahnya untuk bisa mengikuti ujian di tahun depan. Musibah tak berhenti begitu saja untuknya, karena disaat yang bersamaan pacarnya memutuskan untuk tidak meneruskan hubungannya. Sifat yuki yang terbilang santai dan tidak begitu peduli membuatnya mudah pulih dari rasa frustasi. Sampai ia menemukan sebuah brosur pelatihan yang terdapat model wanita cantik sebagai covernya. Atas dasar ketertarikan pada wanita di poster itulah, Yuki memutuskan untuk masuk ke sekolah kehutanan sembari menunggu satu tahun untuk ujian ulang masuk universitas.

 

Namun harapan kadang tidaklah seindah kenyataan.

 

Bocah kota yang sudah terbiasa dengan segala fasilitas modern, tak tahu bahwa kehidupan di hutan tidak akan semanis senyuman wanita cantik pada brosur itu.

 

Namun meski hampir menyerah di awal perjalanan, Yuki akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan setelah bertemu dengan Naoki (wanita cantik di dalam poster). Selepas pelatihan, Yuki pun memilih perusahaan bernama Nakamura co sebagai tempatnya berlatih. Pemilihan itu juga berdasarkan faktor Naoki.

 

Dan perjalanan pun dimulai, ia pun digembleng habis oleh para pekerja di desa terutama oleh Yoki Lida (Hideaki Ito). Awal mula kerjanya pun berakhir dengan kekacauan dimana badan bagian bawah Yuki (pinggang ke bawah) habis dikerubuti lintah. Bahkan sampai area penting hahahaha….

 

Sejak itu pun Yuki mempunyai sebutan dari anak-anak ecil di desa yaitu “pria dengan lintah di celana.”

 

 

Banyak hal yang dapat dipelajari dari film ini, terutama adalah bagaimana menjaga keseimbangan hutan. Bagaimana pekerjaan yang mereka dalami bukan hanya sekedar sebuah pekerjaan namun juga kehidupan. Bagaimana waktu tanam yang tepat, jarak pada waktu menanam (jadi nggak sembarang tanam pohon yah, pikirkan juga bagaimana jika nanti pohon itu tumbuh besar), memberi jarak waktu menanam supaya sinar matahari mampu masuk.

 

Ada cerita mistis juga di film ini, yaitu kisah tentang sang dewi gunung, dewi yang dipercaya menjaga hutan. Masyarakat percaya bahwa sang dewi lah yang memberi banyak bantuan kepada mereka. Dan anehnya Yuki pun bertemu dan dibantu olehnya.

 

Dan karena itulah Yuki akhirnya diijinkan mengikuti festival gunung. Sebuah festival disini yang diceritakan diadakan beberapa tahun sekali. Festival itu mirip dengan festival Onbashira, hanya bedanya festival di film ini tidak diwajibkan untuk menaiki pohon yang diturunkan dari atas bukit dan juga hanya mengenakan celana dalam khas pesumo.

 

Well ada satu percakapan menarik antara Yuki, Yoki dan kepala desa selepas menjual hasil kayu di pelelangan. Yuki yang merasa keuntungan besar bisa didapat jika menjual banyak kayu segera mendapat teguran dari Yoki. “Pohon-pohon itu bukan hanya untuk kita saja, kau harus tahu itu.

Apa yang tersisa untuk generasi selanjutnya jika kau menjual seluruh pohon nenek moyang kita? Apa yang akan kita tinggalkan untuk anak cucu kita?

 

Mereka bisa menjadi kaya dan mengambil keuntungan dengan menebang sebanyak-banyaknya kekayaan dari hutan. Namun itu tidak mereka lakukan dan malah memilih untuk menanam dan melakukan panen ratusan tahun setelahnya (meski bukan mereka yang menikmati hasil panen itu). Kenapa? Karena bagi mereka pekerjaan ini adalah tentang menjaga keseimbangan dan bagaimana hal itu bisa terus diwariskan kepada generasi nanti. Penuh makna bukan.

 

Penasaran sama filmnya? Silahkan cek dan nonton langsung disini > https://xxi.movie/movie/wood-job-2014-subtitle-indonesia-5w1t/play <

 

Akhir kata selamat jelang weekend sob, semangat menonton ^^


Sumber : instagram @urban.hikers