Wed, Sep 19, 2018 1:42 PM

Peak The Rescuers (Gaku: Minna no Yama)

dok. peak the rescuers


#rekomendasikaumurban Judul Film : Peak The Rescuers (judul lain Gaku: Minna no Yama)

Tanggal rilis: 7 Mei 2011 (Jepang)

SutradaraOsamu Katayama

 

Adegan dimulai dengan kecerobohan seorang pendaki yang melepas crampons (serangkaian logam sepatu berduri, biasanya dipasang sebagai tambahan pada sepatu ketika mendaki gunung es). Namun kecerobohan itu membawanya pada suatu situasi yang menyebabkan nyawanya hampir melayang.

 

Film ini merupakan live action dari manga berjudul Gaku, pada dasarnya bercerita tentang tim penyelamat yang bertugas di suatu gunung, sorotan utama pada tokoh bernama Sanpo Shimazaki.

 

Sanpo adalah manusia gunung sejati, kesehariannya selalu di gunung, masuk ke kota dia bingung, bahkan kapten tim sampai mengucap “dialah (Sanpo) gunung itu sendiri.”

 

Kehadiran Kumi dan Naota, yang sama-sama mengalami nasib yang sama yaitu kehilangan ayahnya karena meninggal saat pendakian juga turut memberi warna tersendiri kepada film ini.

 

Well bagi yang suka sama film drama jepang pasti nggak terlalu asing sama tokoh utamanya. Yeph doi adalah Shun Oguri. Masih asing dengan namanya? Gimana kalau saya sebut Takiya Genji (dari Suzuran) dan Shinichi Kudo (alias detektif conan)? Sudah ingat sekarang ^^

 

Ada hal yang unik di sini, dalam sebuah wawancara, sebenarnya Oguri itu punya achrophobia (penyakit takut pada ketinggian. Makanya, Oguri sendiri sudah melatih dirinya dari 2009 untuk film ini.

 

Buat pendaki, banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari cerita film ini, nggak hanya pelajaran moral tapi juga pelajaran tentang hal – hal lain, terutama sekali bisa diterapkan saat darurat. Di antaranya:

  1. Jingga (warna orange jeruk) adalah warna yang paling mudah dikenali saat terjadi kecelakaan. Mungkin ini alasan kenapa warna seragam tim SAR selalu oranye.
  2. Saat berusaha menyelamatkan orang yang sudah meninggal di tebing, yang sulit buat dievakuasi dan peralatan minim sedangkan penyelamatan harus terus berlanjut, yang harus dilakukan adalah melempar tubuh orang itu ke jurang dan mengambilnya ketika sudah sampai di bawah. Sadis memang, tapi tubuh orang yang sudah meninggal itu malah akan merepotkan tim penyelamat kalau dipaksa dibawa turun dengan cara digendong.
  3. Berat seseorang yang pingsan itu sepuluh kali daripada berat orang itu saat sadar
  4. Perkiraan waktu seseorang bisa bertahan berada di celah gletser adalah 30 menit.
  5. Saat jatuh meluncur di salju, usahakan posisi tubuh dalam keadaan telentang dengan kepala di atas sehingga mudah untuk berhenti (dengan langsung membalikkan badan dan berhenti menggunakan kedua tangan)
  6. Lampu kepala bisa digunakan untuk memberikan sinyal darurat (SOS) dengan menyalakannya setiap 10 detik, lalu berhenti selama satu menit, kemudian nyalakan lagi.

 

Well secara keseluruhan, film ini kece abis, salah satu film tentang pendakian yang wajib ditonton.

 

Penasaran kan sama filmnya? Well kalian bisa cek dimari ;

 

  1. https://xxi.movie/movie/peak-the-rescuers-2011-subtitle-indonesia-1zwa/play
  2. http://dunia21.net/peak-rescuers-2011/

 

Ada satu ucapan dari Sanpo yang saya pikir bagi yang sudah nonton akan selalu terngiang yaitu “Hal yang tidak boleh ditinggalkan di gunung adalah sampah dan nyawa. Kita harus terus berjuang.”

 

 

Selamat jelang weekend sob, semangat liburan ^^heart


Sumber : instagram @urban.hikers