Wed, Oct 24, 2018 2:12 AM

Sherpa (Movie 2015)

dok. Sherpa Movie


#rekomendasikaumurban Judul Film Sherpa :
Sutradara: Jennifer Peedom

Tahun Terbit : 2015

Pada pukul 6.45, 18 April 2014, bongkahan es raksasa terlepas dari gletser gantung di bahu barat Gunung Everest dan menggemuruh turun 300 meter ke Khumbu Icefall atas (banyak pendaki juga menyebutnya ladang popcorn), menewaskan 16 orang, 13 di antaranya Sherpa. Itu adalah kecelakaan terparah dalam 100 tahun sejarah pendakian puncak ini.

Itulah sedikit latar belakang dari film dokumenter “Sherpa.”

Film ini sebenarnya berpusat pada tokoh bernama “Phurba Tashi Sherpa.” Pria yang lahir dan tinggal di desa Khumjung dan merupakan salah satu Sherpa yang aktif – sudah 21x muncak Everest - yang melakukan pendakian utk menafkahi kehidupan keluarganya. Sama seperti kebanyakan Sherpa lainnya, yang lahir dan dibesarkan di pegunungan Himalaya,mendaki Everest adalah sebuah impian. Bahkan, istri Phurba pun menyatakan bahwa suaminya sangat mencintai gunung Everest ketimbang keluarganya. Meskit terselip kekhawatiran dari mereka, namun keluarga tetaplah mendoakan dan mendukung Phurba.

Dalam film ini juga disingkap fakta, industri pendakian Everest yang kemudian menjadi ramai namun malah dikuasai kelompok-kelompok pendaki dari luar. Meski tetap dilibatkan, peran Sherpa sangat terbatas, berbanding lurus dgn ketimpangan pendapatan yang diperoleh. Industri pariwisata yang bertumpu pada mereka keuntungannya justru lari ke pemerintah, yang dananya pun tidak mereka rasakan manfaatnya. Padahal pemerintah hanya duduk santai.

Setelah tragedi itu, akhirnya para Sherpa kemudian bersatu dan melakukan perlawanan. Mereka meminta beberapa perbaikan dari pemerintah dan banyak pihak terkait.

Miris ya, padahal Edmund Hillary dan Tenzing Norgay bahu membahu ketika berhasil menggapai puncak Everest.


Film ini juga menyorot konfrontasi yang pemberitaannya mendunia antara sejumlah pendaki dan rombongan Sherpa pada tahun 2013. Situasi yang memanas akibat tidak menjaga ucapan.

Dari film ini kita dapat belajar, bahwa dalam pendakian ke puncak tertinggi pun, selalu terselip sebuah masalah. Namun cara mereka menghadapinya, memusyawarahkan, menerima keputusan – padahal sudah jauh-jauh datang dan ngeluarin duit banyak (miliyaran loh itu nai everest) – adalah nilai yang terselip dalam film ini.
.
Bagaimana penyampaian budaya, baik orang Nepal yang sangat menghargai leluhurnya dan keterbukaan pihak-pihak terkait menjadi nilai tersendiri dari dokumenter ini.

Ah udah ya, kalo kalian penasaran sama filmnya, bisa nonton disini >> https://indoxx1.com/movie/sherpa-2015-7bee <<

Selamat jelang weekend sob, semangat liburan ^^heart


Sumber : instagram @urban.hikers