Wed, Aug 15, 2018 12:59 AM

Film Tentang Mbok Yem "Penjual Di Atas Awan"

dok @wismoyom


#rekomendasikaumurban Judul Film : Mbok Yem "Penjual Di Atas Awan"

Sutradara : Wismoyo Adi Nugroho

Diproduksi Oleh : Pine Picture (Indonesia) 

Tahun Produksi : 2017

 

Semalam, akhirnya saya berkesempatan untuk menonton film dokumenter tentang Mbok Yem. Siapa mbok Yem? Well yang sudah pernah mendaki gunung Lawu pasti tidak asing dengan nama tersebut.

Iya, Mbok Yem adalah nama seorang pemilik usaha warung di Gunung Lawu, tepatnya di Hargo Dalem (-+3.150 meter diatas permukaan laut). Sudah puluhan tahun warung itu buka dan melayani pengunjung di yang datang ke gunung Lawu. Dari bersama almarhum suaminya hingga kini ditemani oleh anaknya.

 

Selain pendaki, warung itu juga kerap dikunjungi oleh para peziarah. Yeph, karena gunung Lawu memang salah satu gunung yang dikeramatkan oleh beberapa orang, termasuk oleh Keraton Surakarta. Setiap malam satu suro, biasanya akan lebih banyak peziarah yang datang berkunjung ke tempat ini. Di film ini pun diperlihatkan beberapa interaksi dari Mbok Yem baik dengan tempat maupun dengan peziarah itu sendiri.

 

Well kembali ke film, jujur saya sudah mengetahui film ini sejak tahun lalu namun baru berkesempatan menontonnya di tahun ini hahahaha. Dan hasilnya? Well saya sangat menikmati karya pemuda dari Ngawi yang bernama Wismoyo Adi Nugroho ( @wismoyom ) ini. Alur cerita, jalan cerita yang ingin ditonjolkan, toning warna video, interaksi yang terjadi dalam film, suara pendukung dalam video, beberapa momen percakapan dalam video, pokoknya mantap. Sekali nonton dari awal pasti penasaran buat lihat sampai akhir. Pemuda lulusan lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini berhasil menterjemahkan itu ke dalam film.

Dari sifat si mbok, cara si mbok berinteraksi baik dengan pengunjung maupun keluarganya terlihat jelas di film ini. Dan bagaimana kita akan dibawa ke dalam perjuangan mbok Yem yang sesungguhnya. Man, mendaki gunung itu berat loh, terutama untuk orang seusianya.

Dan penasaran, gimana caranya si mas Wismoyo ini meyakinkan mbok Yem yah, secara kan yah yang kenal pasti tahulah bahwa mbok Yem dikenal galak ^^

Melihat film ini entah mengapa ada perasaan bahagia dan haru, yang bercampur jadi satu. Saya jadi mengingat (alm) nenek saya, yang meski tampangnya kelihatan galak namun perhatiannya bukan main, terlebih ketika kumpul bersama keluarga. Yah terkesan berlebihan memang, tapi ya begitu adanya. Ah sudah sudah, kok jadi melankolis gini :’)

 

Lalu seperti apa filmnya? Silahkan tonton dimari..

 

Bisa juga langsung ke link ini > https://www.youtube.com/watch?v=xsKN2U1cLL0 < ya intinya mah sama aja, wong nyambungnya kesana juga hihihihi…,

 

Warung itu memang terlihat sederhana, pun jauh untuk dicapai, namun ketika hujan badai datang ia akan selalu datang memberikan keteduhan dan ketenangan. Mengakrabkan sekaligus merekatkan ikatan. Dari warung sederhana itu, beberapa orang mungkin akan mendapatkan ceritanya. Dan cerita itu kelak mungkin menjadi bagian dalam kisah dalam perjalanannya, yang kelak akan ia rindukan di satu titik dalam hidupnya.

 

Jadi kapan kamu berkunjung ke Lawu? Sudah ditunggu nasi pecel sama telor ceplok kesukaanmu wink


Sumber : instagram @urban.hikers