Wed, Jul 18, 2018 2:05 AM

Captain Fantastic (Movie 2016)

dok. Captain Fantastic


#rekomendasikaumurban Ulasan Oleh : ulasanpilem.com

 

Awalnya, saat menyaksikan mereka melakukan aktivitas outdoor, kita mengira mereka sedang kemping. Namun ternyata bukan. Mereka memang kemping, tapi kempingnya adalah kemping seumur hidup. Benar, mereka menetap di alam liar dimana kebutuhan sehari-hari diambil langsung dari alam. Di permukaan, Ben (Viggo Mortensen) pasti terlihat seperti orang sinting. Ia tak merayakan Natal, melainkan memperingati hari ulang tahun seorang filsuf. Ia juga adalah seorang otoriter pemimpin semacam aliran radikal yang boleh dibilang memaksa keenam anaknya untuk tinggal dan hidup di hutan, jauh dari peradaban. Caranya mengakui kedewasaan sang anak adalah saat mereka mampu memburu dan membantai rusa dengan tangan mereka sendiri ... menggunakan pisau level militer yang diberikannya sebagai hadiah ulang tahun. Iya, ia sesinting itu. 
 


Namun Ben tidak gila. Ia adalah pria cerdas serta ayah penyayang yang mengajarkan semua pengetahuan dan keterampilan yang esensial bagi anak-anaknya. Pendidikan olahraga versinya mulai dari berlarian di hutan hingga memanjat tebing curam yang bisa membahayakan nyawa. Setiap anak punya kemampuan bertahan hidup yang mumpuni. Meski menyepi di hutan, mereka mungkin memiliki wawasan yang lebih luas daripada kita; obrolan mereka berkisar dari ideologi Marxisme, teori kuantum hingga literatur klasik. Oh, dan mereka juga menguasai berbagai bahasa serta beberapa instrumen musik. 

Captain Fantastic adalah film yang berfokus pada keluarga yang menjauh dari dunia, terisolasi dari modernisasi. Ini adalah film yang premisnya saja sudah merupakan sebuah satire terhadap masyarakat modern. Konsumerisme, kapitalisme dan materialisme adalah racun dunia. Namun penulis sekaligus sutradara, Matt Ross menyuntikkan filmnya dengan cukup ketulusan dan emosi. Filmnya berisi lontaran kalimat-kalimat cerdas nan quotable. Dan meski punya konsep narasi yang artsy, film ini merupakan film crowdpleaser dengan gambar-gambar cantik dari sinematografer Stephane Fontaine, khususnya cerita berada di "rumah" Ben sekeluarga. 

Pertanyaannya: apakah gaya hidup radikal ini adalah pilihan yang tepat bagi anak-anaknya? Pemantik konflik dari Captain Fantastic adalah saat kematian istri Ben, Leslie yang diberitahukan oleh Ben kepada anak-anaknya secara blak-blakan; ibu yang mereka yang bipolar menyayat lengannya sendiri. Wasiat Leslie adalah agar abu kremasinya dibuang lewat toilet (serius!), jadi Ben bersama anak-anaknya naik ke bis sekolah yang dijadikan mobil keluarga, dan berangkatlah mereka menuju dunia manusia normal. 

Film ini pada dasarnya adalah road-trip movie, tentang bagaimana mereka yang hidup terisolasi tiba-tiba harus berhadapan dengan realita. Poin plot memberikan situasi agar kita mengenal dinamika keluarga eksentrik ini lebih jauh. Anak tertua adalah Bodevan (George MacKay). Anak-anak lain juga punya nama yang sepertinya diperoleh dari generator nama random, diantaranya Nai (Charlie Shotwell), Rellian (Nicholas Hamilton), Zaja (Shree Crooks), Kielyr (Samantha Isler), serta Vespyr (Annalise Basso). Ada sekuens dimana mereka mencuri di supermarket lewat cara yang licin dan kocak. Bo yang untuk pertama kalinya berjumpa dengan gadis sebayanya, tentu saja gugup setengah mati. Dan saat selesai berciuman, ia sekonyong-konyong bermaksud melamar sang gadis. 

Meski cenderung memihak pada Ben, namun Ross menyoroti kelebihan dan kekurangan dari gaya hidup hippies ini. Sementara anak-anak ini memang punya kemampuan praktis dan intelektual yang tinggi, namun apakah pilihan terbaik untuk memisahkan mereka dari dunia dan mencegah mereka mengenal, berteman atau pacaran. Nah lho Ben. Bagaimana mereka bisa membangun keluarga sendiri jika mereka tak pandai bersosialisasi? 

Di tengah perjalanan, kunjungan Ben ke rumah keluarga adiknya (Kathryn Hahn) memberikan percikan. Bersama sang suami (Steve Zahn), mereka membesarkan anak yang menganggap anak-anak Ben sebagai manusia purba sebagaimana anak-anak-anak Ben menggapnya sebagai manusia dungu pecandu Xbox. 

Frank Langella bermain sebagai ayah Leslie, yang menyalahkan Ben telah merenggut anak dan cucu-cucunya, dan oleh karenanya melarang Ben untuk mengunjungi pemakaman, apalagi membawa abu Leslie. Ross tak memposisikannya sebagai budak modernisasi, namun you know layaknya kakek-kakek normal yang punya kekhawatiran tulus atas keselamatan cucunya. Istrinya (Ann Dowd) lebih pengertian terhadap Ben. 

Para pemeran anak-anak ini bermain dengan solid dan menciptakan kesan satu keluarga yang meyakinkan. Setiap karakternya punya kualitas pribadi yang unik. Bo dan Rellian mendapat porsi yang lebih mencolok. Diam-diam Bo ternyata lulus untuk beasiswa kuliah di perguruan tinggi terkenal; fakta yang dirahasiakan dari ayahnya karena ia tahu Ben akan mengamuk. Rellian yang sedikit pemberontak dan lebih muda dari Bo, mulai mempertanyakan cara pandang ayahnya. 

Namun film ini adalah milik Ben, dan Mortensen menampilkan dengan baik keseimbangan antara arogansi dan idealisme dengan cinta. Ia adalah pribadi nekat yang tak tanggung-tanggung dalam berprinsip, tapi kemudian juga menyadari bahwa gaya hidup ekstrimnya bisa membahayakan anak-anaknya sewaktu-waktu. 

Dengan semua provokasinya, saya pikir Captain Fantastic akan mengambil jalur yang lebih tajam, namun Ross lebih memilih untuk berkompromi. Ia tak menampar kita dengan sindiran terhadap masyarakat modern, tapi menjadikannya sebagai basis bagi cerita keluarga hangat yang meski tertebak, saya yakin akan menyentuh hati anda berkat manipulasi emosinya yang tepat.

 

Film ini sendiri tayang perdana di Sundance Film Festival tanggal 23 Januari 2016. Film ini ditayangkan di sesi Un Certain Regard dalam Festival Film Cannes 2016. Film ini dirilis pada tanggal 8 Juli 2016 oleh Bleecker Street. National Board of Review memilih film ini sebagai salah satu film independen terbaik tahun 2016 dan Mortensen mendapat nominasi kategori Best Actor di Golden Globe, kategori Best Actor in a Leading Role di 70th British Academy Film Awards, dan Academy Award for Best Actordi Academy Awards (OSCAR) ke-89.

.

.

Mau menonton filmnya? Monggo bisa cek di link berikut :

  1. https://indoxxi.net/movie/captain-fantastic-2016-764l/play
  2. http://lk21.top/captain-fantastic-2016/

 

 

Punya cerita misteri saat pendakian? atau memiliki tips/ilmu/pengetahuan soal pendakian? Punya kisah tentang seseorang yang menginspirasi? Memiliki referensi film atau acara televisi yang mungkin akan bermanfaat bagi orang lain, terutama para pejalan? Punya toko outdoor untuk dipublikasikan?  Memiliki kisah perjalanan ke suatu tempat wisata beserta tipsnya? Ada event seperti lari, panjat tebing, navigasi darat (kecuali open trip dan pendakian missal yah).

Punya info tersebut? Mau berbagi ke website kami?
Silahkan untuk mengirimkan materi tulisan ke redaksi kami > urbanhikersmagazine@gmail.com < 
Dimohon jika itu tulisan milik orang lain untuk tidak lupa mencantumkan sumbernya.

.

.

Bagi yang mau mendukung atau beriklan di website, silahkan hubungi > Phone: (+62) 857-7792-0672 atau kirim email ke : urbanhikersmarketing@gmail.com
.
.
Sekian informasinya, ditunggu ya sob tulisan-tulisannya. Let’s share happiness and story to everybody  ^^


Sumber : instagram @urban.hikers