Sun, Jan 20, 2019 4:56 PM

Persiapan Summit Attack ala Urban Hikers

dok. @besokcerah


#mountpedia Summit Attack adalah istilah umum yang digunakan oleh para pendaki dalam suatu bagian pendakian yaitu perjalanan menuju puncak. Pemilihan waktu Summit beragam, semua tergantung dari pendaki dan terutama karakteristik gunung itu sendiri. Jika gunung tersebut masih berkategori aktif dan rawan,seperti gunung Semeru, maka pendaki diwajibkan mengingat batas waktu berada di puncaknya. Namun berdasarkan pengalaman pribadi, untuk gunung Rinjani, Kerinci dan Semeru, banyak pendaki umumnya akan memilih waktu memulai pendakian dari dinihari. Bahkan untuk pendakian gunung Semeru, ada yang sudah memulai pendakian dari jam 22.00 wib.


Nah sob, banyak hal yang perlu dipersiapkan loh sebelum menuju puncak. Saya pribadi sih akan menanyakan 3 pertanyaan kepada diri saya sendiri sebelum berangkat untuk summit attack, apa saja itu? Cekidot :

 

1.SUDAH SIAPKAH KONDISI TUBUH SAYA
Antusias boleh, tapi jangan sampai itu jadi alasan untuk tidak tidur. Ketika esok akan summit attack, usahakan cukupi waktu istirahat kalian, meski hanya sebentar. Segerakan terbangun pada jam yang ditentukan. Jika masih mager dan merasakan dingin, buka sedikit bagian pintu tenda kalian. Kenapa? jawabannya adalah agar tubuh melakukan proses aklimatisasi (proses penyesuaian terhadap suhu sekitar). Setelah mengisi perut dan persiapan peralatan, segeralah keluar tenda dan gerakkanlah tubuh kalian. Hal itu dilakukan untuk membiasakan tubuh terhadap suhu udara sekitar.
Nah beruntungnya untuk urusan aklimatisasi, gunung-gunung di Indonesia termasuk ramah sebab tubuh tidak perlu menghabiskan waktu berhari-hari untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan (suhu/ketinggian). Bahkan ada yang puncaknya bisa digunakan untuk mendirikan tenda, seperti gunung Lawu, Pangrango atau Gede. Mungkin hanya Carstensz, gunung di Negeri ini yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyesuaikan kondisi tubuh dengan lingkungan (aklimatisasi), sebelum memulai pendakian menuju puncaknya.

 

2.SUDAH MATANGKAH PERSIAPAN YANG SAYA LAKUKAN ?
Sudahkah menyiapkan peralatan pendakian yang memenuhi standar safety?

Jika summit pada dinihari, wajibkan untuk memakai jaket gunung + celana panjang + penutup kepala (buff/kupluk) + sarung tangan + sepatu gunung yang memenuhi standar safety hike. Jangan lupa persiapkan juga peralatan seperti headlamp/senter, trekking pole + gaiter (sangat diperlukan di summit gunung semeru, rinjani, kerinci) + logistik + air. Untuk air + logistik usahakan bawa masing-masing, jangan bergantung dengan orang lain. Jika bisa bawa tas/daypack ukuran kecil (seperti ukuran tas pesepeda), tas itu kalian taruh dalam packingan kalian dan khususkan dipakai pada saat summit atau darurat. Fungsinya? membawa logistik + air + kamera dll saat summit. Keberadaan tas punggung jauh lebih nyaman ketimbang kalian mengenakan tas selempang. Jika kalian malas untuk membawa tas punggung, Carrier juga bisa masuk pertimbangan untuk digunakan saat summit.

 

3.SUDAHKAH MENGISI PERUT?

Ini yang kadang sering kita acuhkan, kepentingan perut. Mendaki sama dengan jatuh cinta.

Loh kok jatuh cinta min? Jawabannya karena keduanya menyebabkan perasaan antusias, penasaran dan rindu dalam dada #uhuk. Perasaan antusias itulah yang menyebabkan sel-sel dalam otak dan tubuh begitu bahagia, terlebih jika itu adalah gunung impian atau yang pertama kali dijejakkan.

Apapun itu, jangan lupa untuk makan sob. Jika memang dirasa malas memasak pada dinihari, buat saja agar-agar / puding pada malam harinya untuk kemudian dimakan sesaat sebelum summit. Jika malas membuat agar-agar atau memasak nasi beserta lauknya, bawalah sarapan kaya kalori seperti sereal + susu atau minuman energen. Paksakanlah makan sedikit, karena tubuh tidak akan bisa berbohong saat kekurangan nutrisi dan kalori. Cepat lelah dan mudah ngantuk adalah salah satu gejalanya. Jangan lupa juga biasakan bawa snack / logistik ringan yang bisa menunda lapar, snickers / beng-beng / dark chocolate bisa menjadi pilihan kalian.

 

Persiapan yang matang, fisik yang sehat dan sudah dipersiapkan jauh sebelum pendakian, lalu ditunjang dengan peralatan yang memadai akan membantu kita dalam mencapai tujuan. Banyak pendaki sekarang ini, lebih suka 'menyiksa' dirinya sendiri ketika Summit Attack, dengan tidak membawa apa-apa ketika summit, cukup modal badan. Padahal, summit attack termasuk kegiatan yang paling menguras energi, terutama untuk summit di gunung Semeru, Rinjani dan Kerinci.

 

Dan ingat JANGAN MEMAKSAKAN KEHENDAK. Banyak kasus orang hilang di gunung terjadi karena terlalu memaksakan kehendak. Saat cuaca buruk malah pergi summit. Contoh kasus pendaki asal Bekasi yang hilang di gunung Kerinci pada tahun 2015, yang bahkan hingga kini tubuhnya belum ditemukan (cek beritanya disini).

 

Biasakanlah juga untuk selalu berjalan berkelompok. Jangan pernah berjalan sendirian, kuatkan kerjasama tim kalian. Jangan sampai kasus tahun 2015, ketika pendaki yang jatuh di blank 75, gunung Semeru terulang kembali (cek beritanya disini). Dan terakhir jangan memaksakan eksistensi diri, dengan mengambil foto di tempat yang berbahaya tanpa mengikuti prosedur keamanan yang ditentukan. Contoh kasus seperti pendaki di Merapi tahun 2015 (cek beritanya disini).

 

"Ingat sob, puncak itu tujuan namun nyawa bukanlah alat taruhan."

Dahulukan SAFETY HIKE bukan SELFIE HIKE.
Nah sekian informasinya, kurang lebihnya, semoga dapat bermanfaat. Salam Lestari.


Sumber : instagram @urban.hikers