Sun, Jan 20, 2019 3:48 PM

Pentingkah Kacamata Hitam (anti sinar UV) Dalam Pendakian?

ilustrasi saja


#mountpedia Dalam beraktifitas di alam bebas, kacamata hitam (diutamakan antiUV) bisa dikatakan masih menjadi kebutuhan pelengkap. Memang, saat bertemu dengan trek gunung yang teduh, tanah basah dan hutan yang rapat tidak terlalu dibutuhkan, namun lain soal jika bertemu trek yang terbuka, penuh pasir dan resiko disinari sinar matahari lebih sering. Share pengalaman aja, waktu kemarin naik ke Rinjani, ketika di perjalanan turun melewati hutan Senaru saya merasakan sendiri efek dari lama terpapar sinar matahari, pandangan jadi ngeblur coy haha. Yang pernah mendaki Rinjani pasti mengerti tentang sedikitnya tempat berteduh di jalur sembalun dan penuhnya debu dan pasir hingga puncak Rinjani.

 

Terlalu sering terpapar sinar matahari tak hanya berbahaya bagi kulit, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan mata. Dr. George Cioffiophthalmology asal New York menyarankan agar setiap orang membeli kacamata yang aman dan melindungi dari paparan sinar matahari saat melakukan kegiatan di bawah sinar matahari.

 

Well, usut punya usut, ternyata saya mengalami gejala mata kering (keratoconjunctivitis sicca atau sindrom mata kering), seseorang yang mengalami penyakit ini akan mendapatkan gejala-gejala, berupa:

  1. Mata merah
  2. Mata bengkak
  3. Mata terasa panas
  4. Mata terasa sakit
  5. Mata terasa berpasir dan kering
  6. Mata terasa gatal
  7. Penglihatan menjadi sensitif terhadap sinar matahari
  8. Penglihatan buram sementara yang membaik ketika berkedip
  9. Adanya selaput lendir tipis di sekitar mata, Kelopak mata atas dan bawah saling menempel ketika bangun tidur.

 

Tingkat keparahan penyakit mata kering sendiri bervariasi, mulai dari tingkat ringan hingga tingkat parah dengan rasa sakit atau bahkan disertai komplikasi. Pada sebagian besar kasus yang ada, gejala-gejala yang dirasakan tergolong ringan. Atas saran dokter akhirnya saya disarankan  untuk membeli obat tetes mata bernama protagenta.

 

 

Nah salah satu penyebab mata kering ternyata juga berasal dari faktor lingkungan dan aktifitas keseharian.  Faktor lingkungan bukan menjadi penyebab utama, namun lebih kepada faktor yang bisa memperparah kondisi mata kering. Misalnya: debu, asap, angin, matahari, cuaca kering, tiupan angin panas, berada di tempat tinggi. Selain itu, saat Anda membacabekerja di depan layar komputer, menulis, atau aktivitas yang membutuhkan konsentrasi visual lainnya, mata cenderung akan lebih jarang berkedip. Artinya, lapisan air mata akan lebih cepat menguap daripada proses isi ulangnya.

 

Apa yang menyebabkan mata kering?

Ada berbagai alasan mengapa Anda bisa mengalami mata kering, meskipun satu penyebab pasti mungkin tidak dapat ditemukan. Beberapa kemungkinan penyebab, di antaranya:

1. Perubahan hormon

Hormon merangsang produksi air mata. Perubahan hormon yang umum dialami oleh wanita bisa meningkatkan risiko mereka terhadap mata kering. Contohnya: selama kehamilanmenopause, atau menggunakan pil KB.

 

2. Proses penuaan

Mata kering lebih sering dialami oleh orang-orang lanjut usia. Hal ini mungkin diakibatkan oleh produksi air mata yang menurun seiring bertambahnya usia, dan kelopak mata menjadi kurang sensitif untuk meratakan air mata di seluruh permukaan mata.

 

3. Kondisi medis

Beberapa penyakit bisa berdampak pada kemampuan kelenjar mata untuk memproduksi air mata, misalnya diabetesarthritis rematoidlupus, scleroderma, sindrom Sjogrengangguan tiroiddefisiensi vitamin ABell’s palsyalergidermatitis kontakHIV.

Banyak orang yang mengalami mata kering juga memiliki blepharitis atau meibomian gland dysfunction (MGD). MGD adalah peradangan batas kelopak mata yang bisa menghadang kelenjar air mata untuk memproduksi minyak untuk lapisan air mata. Blepharitis bisa dialami oleh siapapun, dan umumnya diakibatkan oleh infeksi bakteri atau kondisi lain, seperti rosacea

 

4. Obat-obatan

Mata kering dapat menjadi efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antihistamin, dekongestan, terapi pengganti hormon, antidepresan, obat-obatan hipertensi, obat jerawat minum, kontrasepsi oral, obat-obatan Parkinson, beta blocker, dan diuretik.

 

5. Lingkungan dan aktivitas

Faktor lingkungan bukan menjadi penyebab utama, namun lebih kepada faktor yang bisa memperparah kondisi mata kering. Misalnya: debu, asap, angin, matahari, cuaca kering, tiupan angin panas, berada di tempat tinggi.

Selain itu, saat Anda membacabekerja di depan layar komputer, menulis, atau aktivitas yang membutuhkan konsentrasi visual lainnya, mata cenderung akan lebih jarang berkedip. Artinya, lapisan air mata akan lebih cepat menguap daripada proses isi ulangnya.

 

6. Kosmetik

Beberapa orang yang pernah menjalani operasi mata LASIK melaporkan mengalami mata kering beberapa minggu setelah operasi. Gejala biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan, tapi dalam beberapa kasus dapat berjalan terus. Lensa kontak juga bisa mengiritasi mata dan menyebabkan mata kering.

 

7. Masalah pada struktur kelopak mata

Ektropi (pembalikan kelopak mata bagian dalam ke luar) dan entropi (kelopak mata luar yang masuk ke dalam) bisa menyebabkan meta menjadi kering dan teriritasi akibat lapisan air mata yang menguap dengan cepat setelah terkena kontak dengan udara luar terus menerus. Mata kering juga dapat terjadi akibat keratitis, kondisi di mana kelopak mata tidak menutup sepenuhnya saat tidur.

 

Pengobatan Mata Kering

Sebelum pergi ke dokter, cobalah obati sendiri dahulu mata kering Anda jika gejalanya masih tergolong ringan. Gunakanlah obat tetes mata yang dijual bebas di apotik yang memiliki khasiat melembabkan mata atau berfungsi sebagai pengganti air mata. Jika pengobatan yang Anda lakukan sendiri di rumah tidak berhasil, maka temuilah dokter. Oleh dokter, Anda biasanya akan diresepkan obat-obatan yang bisa menstimulasi produksi air mata atau meningkatkan jumlah air mata, serta menurunkan risiko kerusakan pada kornea.

Jika obat-obatan tidak mampu mengatasi mata kering, maka dokter akan menawarkan Anda prosedur penyumbatan saluran pembuangan air mata atau sumbat punktus. Melalui prosedur ini, lubang-lubang pembuangan air mata yang terdapat di sudut mata akan disumbat agar mata tidak cepat kering. Prosedur sumbat punktus ada yang sifatnya sementara dan ada juga yang permanen. Jika diperlukan, prosedur penyumbatan secara permanen akan dilakukan oleh dokter dan tentunya atas persetujuan pasien.

 

Pencegahan Mata Kering

Penyakit mata kering bisa dicegah dengan cara:

  1. Menjaga kebersihan mata dan area di sekitarnya.
  2. Melindungi mata Anda dari paparan debu jika tinggal di wilayah kering dan berangin.
  3. Menggunakan produk pelembap udara yang dijual bebas di pasaran.
  4. Menghindari pemakaian make-up mata seperti eyeliner dan mascara.
  5. Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat omega-3 dan omega-7.
  6. Melindungi mata dari paparan asap apabila sedang berada di jalan raya.
  7. Mengistirahatkan mata Anda jika sudah terasa lelah atau tegang setelah bekerja seharian di depan layar komputer.

 

Nah setelah mengalami kejadian tersebut, saya mulai bertobat. Jika dulu termasuk tipe yang dulu nanti-nanti kalo soal kacamata hitam (terutama yang anti/ mampu memantulkan sinar ultraviolet), namun setelah kejadian rinjani lalu, yah sedikit banyak berubah pikiranlah ya hihihi ^^v. Karena kacamata bukan cuma untuk gaya kok cool. Dan menjaga lebih baik kan daripada mengobati. Karena soal menjaga kesehatan itu, jika bisa sekarang, kenapa harus nanti nanti, ya kan hehe laugh

 

Salam lestari, semoga artikelnya bisa bermanfaat.

 

 

Sumber Tulisan :

  1. http://www.alodokter.com/mata-kering
  2. https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/penyebab-mata-kering-dan-cara-mengatasi/
  3. http://bursakacamata.com/10-hal-yang-wajib-diketahui-sebelum-membeli-kacamata-anti-sinar-uv/

 


Sumber : instagram @urban.hikers