Wed, Nov 14, 2018 6:00 AM

Karena Itu Impian Edmund Hillary..

Kiri : Tenzing Norgay Kanan : Sir Edmund Hillary


#inspirasimereka Adakah yang pernah mendengar seseorang bernama Tenzing Norgay?

Jika belum silakan tanya Mbah Google yang selalu siap membantu.

Bagaimana kalau saya sebutkan nama SIR EDMUND HILLARY? Masih belum pernah mendengar juga??

Saya harap sudah, karena beliau adalah seorang legenda dalam dunia pendakian. Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi dunia, yaitu gunung Everest.

 

Namun, saat ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas tetapi Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal. Nama aslinya adalah Namgyal Wangdi tapi seperti beberapa anak, namanya diganti karena nasihat seorang kepala guru agama dan penemu biara Rongbuk bernama Ngawang Tenzin Norbu menjadi Tenzing Norgay, yang diterjemahkan sebagai “pengikut agama yang kaya dan beruntung”.

Tenzing Norgay bertugas sebagai pemandu (orang Nepal menyebutnya Sherpa) bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing Norgay dipercaya menjadi Sherpa bagi Sir Edmund Hillary selama pendakian mencapai puncak gunung Everest.

 

Pada tanggal 29 Mei 1953 sekitar pukul 11.30 waktu setempat, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil mencapai puncak gunung Everest pada ketinggian 29.028 kaki di atas permukaan laut dan itu berarti mereka menjadi orang pertama di dunia yang melakukannya. Kisah itu pun kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka.

 

Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha mencapai Everest mengalami kegagalan. Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II dan hal tersebut menjadi semacam inspirasi untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia.

 

Karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu, Ratu Elizabeth II, dan menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia.

 

Namun, dibalik keberhasilan itu, Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat besar.

Lalu, mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan mendapatkan semua yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary? Padahal ia adalah sang pemandu yang membantu dan mengantarkannya mencapai puncak gunung Everest?

Seharusnya bisa saja ialah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak gunung Everest, bukan Sir Edmund Hillary.

Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari puncak gunung Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary. Namun, ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay dan berikut lebih kurang kutipan wawancara dengan Tenzing Norgay.

 

                                                                  ===

 

Reporter : Bagaimana perasaan anda atas keberhasilan mencapai puncak gunung tertinggi di dunia?

Tenzing Norgay : Sangat senang sekali.

Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak gunung Everest??

Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilakan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan puncak gunung Tertinggi di dunia.

Reporter : Mengapa Anda lakukan itu??

Tenzing Norgay : Karena itu adalah impian EDMUND HILLARY, bukan impian saya. impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih impiannya.

 

                                                                  ===

 

Demikian sekelumit kisah tentang seorang Sherpa bernama Tenzing Norgay. Ia tidak menjadi serakah ataupun iri dengan keberhasilan, nama besar dan semua penghargaan yang diperoleh Sir Edmund Hillary. Ia cukup bangga dapat membantu orang lain mencapai dan mewujudkan impiannya.

 

Dalam kehidupan nyata sehari-hari, kebanyakan dari kita secara pribadi terbiasa atau terkondisikan untuk fokus kepada diri kita sendiri, bergelut dengan pertanyaan-pertanyaan tentang “siapa yang mendapat nama”, “apa yang kita dapatkan”, “pujian”, “insentif”, “penghargaan” dan sebagainya.

 

Hal kecil yang dapat kita ambil sebagai renungan bersama dari cerita tersebut adalah “Bisakah kita menjadi seseorang seperti Tenzing Norgay?” atau mungkin pertanyaan sebenarnya bukan BISA atau TIDAK, tetapi lebih kepada MAU atau TIDAK!!

 

Karena masing-masing dari kita adalah tidak lain adalah seorang pandu yang berkewajiban membantu mengantarkan mereka yang ingin menjemput impian dan cita-citanya dalam persaudaraan bakti.

 

Dan sebagai seorang PANDU INDONESIA TERCINTA.

BERGUNALAH HIDUP INI BAGI KELUARGA, KAWAN, BANGSA DAN NEGARA.

Jauhkanlah segala beda yang melekat, satukanlah visimu untuk Indonesia.

Negara ini terlalu indah untuk dinilai lewat sebuah perbedaan :)

 

“Kita tidak akan pernah bisa menaklukan suatu puncak gunung, karena angin akan menghapus jejak kita begitu kita meninggalkannya dan kita tidak akan pernah bisa menjadi sahabat sejati kalau kita tidak pernah belajar dari perjalanan serta alam sekitarnya - @ngawaludin”

 

.

Tulisan dipublikasikan oleh @ngawaludin pada 24 September 2013

Judul Tulisan asli dan Link nya : Sherpa itu bernama Tenzing Norgay

 

Referensi Tulisan : 

1. wong168-dot-wordpress-dot-com dengan perubahan dan tambahan dari berbagai sumber.

2. http://balajoca.org/tenzing-norgay-sang-sherpa/


Sumber : instagram @urban.hikers