Sun, Jan 20, 2019 3:33 PM

Kisah Sang Beruang Gunung

dok.politiktoday.com


#inspirasimereka Kisah Sang Beruang Gunung (Bagian 1) :
.
Dari segi romantisme,saya akan memilih Soe Hok Gie sebagai pendaki penginspirasi. Namun jika pertanyaannya dari segi “kegilaan,” dan sisi “kritis,” saya akan menjawab “Norman Edwin.”
Man this guy was awesome, beliau adalah seorang pendaki handal dan bertalenta yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Dunia petualangan seperti kegiatan mendaki gunung (hiking), panjat tebing (rock climbing), telusur goa (caving), berlayar (sailing), arung jeram (rafting), menyelam (diving) atau terjun payung fasih digelutinya.
.
Norman merupakan salah satu orang pertama yang mempopulerkan arung jeram serta telusur goa di Indonesia. Beliau juga dikenal sebagai salah satu penggagas 7 Summiters pertama di Asia Tenggara. Tak hanya itu, ia juga dikenal piawai dalam dunia jurnalistik. Norman bahkan sempat menjadi wartawan di beberapa media cetak. 
.
Gaya tulisan Norman terbilang unik, jujur, tegas, terbuka dan berani dalam mengungkapkan berbagai titik permasalahan. Norman selalu menuliskan kejujuran, meski terkadang dianggap kontroversi. Tak perduli itu akan membikin panas telinga beberapa pihak. Namun itulah yang mematangkannya di dunia tulis menulis. Norman tak hanya menceritakan berita petualangannya saja namun ia selalu menulis berita informasi yang lengkap dan dengan gaya tulisan yang manis.
.
Kadang ia juga menyelipkan nasehat cara-cara yang baik untuk bergiat di alam bebas. Jadi tak melulu menceritakan kegagahannya di alam bebas. Norman juga dikenal mempopulerkan olah raga di alam bebas kepada kalangan generasi muda lewat tulisan-tulisannya di media massa, seminar dan berhasil menggerakkan mereka untuk kembali mencintai alam. Mengajarkan bagaimana menggiati dunia petualangan yg baik dan sehat bagi remaja.
.
Norman Edwin, lelaki berdarah Palembang - Cirebon memang sejak kecil sudah menyukai kegiatan yang berbau petualangan. Ketika SMA, dia sudah beberapa kali melakukan pendakian. Kegiatannya makin menggila ketika ia bergabung dengan Mapala UI. Beliau juga bukan petualang karbitan yang heboh waktu berhasil mendaki sebuah gunung setelah itu hilang lenyap, tak ada lagi berita aktivitasnya..
.
Norman orang yang konsisten dan disiplin. Ia juga sosok yang humoris, sekaligus guru yang rendah hati dan jadi idola banyak pecinta alam. Tak jarang ia diundang oleh perkumpulan - perkumpulan pecinta alam untuk menjadi instruktur mereka, membagi cerita dan pengalaman petualangannya. Atau kiprah nyatanya dalam memimpin proses evakuasi, operasi SAR korban hilang di gunung. Ia juga menjadi satu - satunya orang Indonesia, pada masanya, yang memiliki sertifikat lisensi teknik penyelamatan goa dari negara Amerika Serikat. Ia petualang Indonesia (pada masa itu) yang sudah merambahi benua Amerika, Afrika, Asia, Eropa, Australia, hingga daerah Alaska. Bila sedang berkunjung ke luar negeri, Norman tak pernah jemu untuk memperkenalkan Indonesia ke negara yang dikunjunginya, terutama mempromosikan daerah wisata di Indonesia.
.
“Ketakutan itu selalu ada, cuma tergantung bagaimana kita mengatasinya,” – Norman Edwin
.
Namun, tragis,pada maret 1992, sang beruang gunung itu harus meninggal di pelukan Devil Winds di gunung Aconcagua, Amerika Selatan dalam ekspedisi ke 5 dari 7 summit. Beliau diketemukan meninggal bersama rekannya Didiek Samsu, hanya sekitar 200 meter dari puncak Aconcagua. 
.
Berita kematiannya pun menghebohkan Indonesia, menyibukkan beberapa orang menteri, menggugah perhatian dari Presiden Soeharto (yang bahkan memberi perintah khusus kepada menterinya) dan bahkan sempat membuat sibuk dua kedutaan yaitu Argentina dan Chile. Kisah hidup dan petualangannya menjadi kenangan tersendiri dalam hati keluarga dan rekan - rekan, serta dalam sejarah petualangan Indonesia. Indonesia pun kehilangan salah satu `pahlawan gunungnya' yang cukup dikenal dunia. Tetapi jejaknya telah ia tinggalkan. Maka tak salah bila kita ingin mewarisi niat dan semangatnya yang menggelora. Norman Edwin memang sosok yang pantas untuk dikenal sekaligus dikenang. 
.
Norman kini telah tiada, namun kisah hidupnya bahkan kematiannya memberi pelajaran kepada kita, janganlah memaksakan kehendak sementara alam tidak mendukung perjalanannya.
.
Dedikasi norman pun banyak yang telah menjadi sebuah buku. Berkat kegigihan sobat-sobatnya, yang mengumpulkan banyak artikel Norman yang ditulis di media massa.
.
“Gua akan terus berjalan dan lo masih tertarik, lo pasti akan senang mendengar cerita-cerita gua. Karena gua sering cerita orang-orang akan merasa akrab dan bila tiba saatnya gua mati,gantian orang - orang yang akan cerita tentang gua"- Norman Edwin
.
Ya, bahkan jauh setelah kematiannya, cerita tentang hidupnya tetap menjadi perbincangan. Memberi pelajaran, bagi mereka sang sahabat alam.
.

.
Dikutip dari banyak sumber
Sumber Foto ; politiktoday.com
.
Catatan : Karena cetakan lama, beberapa buku Norman bisa ditemukan di pasar buku loak. Dan kalau kalian gigih, di situs jual beli online, ada yang menjualnya. Cuma untuk kedua hal itu butuh kesabaran, jadi selamat berjuang sob ^^


Sumber : instagram @urban.hikers