Sun, Jan 20, 2019 4:47 PM

Kisah Maling Yang Tahan Dingin

dok. Mr B


#ceritakaumurban Narasumber : Mr. B

Kejadian ini terjadi tahun di tahun 2015. Saat itu aku berempat akan mendaki ke gunung Prau melalui jalur Patak Banteng. Start dari bc (basecamp) abis isya. Kebetulan jalur pendakian lumayan rame ampe naik pun kudu antri gitu ngelewatin jalur ladang-ladang warga. Nyampe puncak sekitar jam sebelas an malam. Langsung cari tempat dirikan tenda, agak ke atas dikit dari tugu Prau itu. Musim kemarau, jadi ya dingin banget kalo di Prau, kayak di freezer. Kami buru-buru mendirikan tenda. 

Nah karena semua pada kedinginan kita segera masuk tenda. Tenda sekitar pada berwarna putih karena muncul salju tipis di tenda. Bisa dibayangkan dinginnya.

Lanjut cerita, kami hahahahihihi ketawa ketawi dalam tenda tapi lupa kalo barang-barang masih pada diluar. Sekitar 5 menitan di dalam tenda, nah aku segera keluar untuk masuk-masukin keril. 5 menit? cepet amat blush

woyyy fokus baca woyyyy laugh

 

Semua barang udah masuk tenda pada ngeluarin SB (sleeping bag). Giliran temenku nanyain kerilnya, lho kok gak ada indecision  langsung aku cari-cari sekitaran tenda, kali aja "ngglundung" di cekungan. Ternyata nihil. Fix, keril ilang.

 

Segera aku telp pihak basecamp. Kebetulan bawa berbagai macam kartu provider, jadi yang nangkap sinyal adalah kartu Simpati (*iklan). 

 

Pihak BC segera merespon laporan. Segera bergerak. Jalur pendakian ditutup, sweeping semua pendaki yang turun. Ciri-ciri keril temen MHW warna ungu. Jarang banget warna ungu kan cheeky. Ketemu dah di atas pos 1. Jadi si maling lompat turun ke lereng pos 1, dikejar-kejar di lereng-lereng gitu. Seru kayak film Civil War (*ehh) dan ranger-ranger BC udah pada siap.

 

Akhirnya si maling ketangkep, ternyata mereka ada team. Berdelapan. Paginya mereka di proses di balai desa Patak Banteng. Barang-barang hasil malingan mereka dikumpulkan. 

 

Ada sekitar tiga puluhan keril beserta isi-isinya. Dari laptop, kamera SLR ampe jeroan lingerie ada laugh

Hasil dari malingan selama itu mereka setor ke toko-toko outdoor rentalan di kawasan Sindoro Sumbing. Mirisnya mereka maling masih usia SMP (sekolah menengah pertama) dan ada yang SMA (sekolah menengah atas) juga. Style mereka juga seperti pendaki pada umumnya dan rumah mereka di kampung-kampung sekitar Prau.

 

Karena ada kasus ini jadi ya dulu aku sempat molor pulang ke Jogja karena jadi saksi di balai desa. Hmmm, waspadalah dengan situasi sekitar tenda. Jangan kira yang muncul dari semak-semak cuma babi hutan atau hantu. Maling juga bisa.surprise 

*sekian terima kasih.

 

 

Punya kisah tersendiri saat pendakian? atau memiliki tips/ilmu/pengetahuan soal pendakian? Punya kisah tentang seseorang yang menginspirasi? Memiliki referensi film atau acara televisi yang mungkin akan bermanfaat bagi orang lain, terutama para pejalan? Punya toko outdoor untuk dipublikasikan?  Memiliki kisah perjalanan ke suatu tempat wisata beserta tipsnya? Ada event seperti lari, panjat tebing, navigasi darat (kecuali open trip dan pendakian massal yah).

Punya info tersebut? Mau berbagi ke website kami?
Silahkan untuk mengirimkan materi tulisan ke redaksi kami > urbanhikersmagazine@gmail.com < 


Dimohon jika itu tulisan milik orang lain untuk tidak lupa mencantumkan sumbernya.


Sumber : instagram @urban.hikers