Fri, May 25, 2018 9:26 PM

Ekspedisi Gunung Daya 1988 UKL Fapet Unpad

dok. uklfapetunpad.org


KRONOLOGIS OPERASI

1. Pada hari Kamis, 8 September 1988, hari ke-17 pemanjatan, 4 orang anggota Tim (Tatang Sopandi, Ridwan Nouval, Maulana M.J., dan Yanto Martogi) akan meneruskan pemanjatan.

 

2. Sekitar pukul 18.O0 WIB, diputuskan bahwa pemanjatan hari itu dianggap selesai dengan ketinggian 25 - 30 meter lagi mencapai puncak timur Gunung Daya yang secara keseluruhannya memiliki ketinggian sekitar 685 meter dari permukaan tanah atau sekitar 1.025 m dari permukaan laut.

Keempat orang anggota Tim tersebut akan turun ke Teras I dengan ketinggian sekitar 515 meter

 

 

3. Dengan menggunakan 4 buah tali (Cermantle Rope) Maulana pertama kali turun dan sampai di Teras I. Setelah Maulana, Yanto akan menyusul dengan mengalungkan senter di lehernya karena hari sudah mulai gelap, setelah melakukan pengambilan dokumentasi.

 

4. Pada tali keempat, Yanto bersiap-siap turun. Tiba-tiba Maulana mendengar suara benda jatuh dengan kilatan putih ke bawah kira-kira 15 m dari teras. Joni dan Agus yang berada di teras juga melihatnya.

 

5. Kemudian mereka mencari-cari benda tersebut dan menemukan Yanto sedang mengerang. Posisi korban terlentang dengan salah satu kakinya terlipat. Dari hidung keluar darah dan telinga mangeluarkan darah serta cairan bening.

 

Ternyata benda tersebut adalah Yanto yang jatuh pada ketinggian 45 m dari teras (pada tali ke-empat), terus dan mental ke bawah 15 meter lagi.

 

6. Setelah menemukan korban. Dilakukan hubungan dengan radio ke Base Camp dan cara penanganan gawat daruratnya untuk sementara ke dokter sekitar pukul 20.00 WIB.

 

Kontak diadakan ke Lapangan Terbang Supadio, meminta bantuan helikopter untuk mengangkut korban. Berhubung hari sudah malam, diputuskan untuk mengangkut korban keesokan harinya.

 

 

7. Sekitar pukul 20.00 WIB (setelah 4 jam korban jatuh dan mengerang), korban yang berada di pangkuan Maulana tidak mengeluarkan suara lagi. Diinformasikan ke Base Camp korban sedang tidur lelap. Tapi tanggal 9 September 1988 pukul 10.00 WIB korban dipastikan meninggal.

 

8. Jum’at, 9 September 1988 sekitar pukul 08.00 WIB helikopter yang diminta kepada Dan Lanud Supadio sebagai SKR (Sub Koordinasi Rescue) mulai berangkat dari Supadio, dan sampai ke lokasi kejadian pada pukul 09.00 WIS. Helikopter mencoba mendarat di sekitar lokasi tetapi tidak berhasil dan akhirnya mundarat di balik gunung dengan membuat helipad. Setelah itu datang Tim SAR Brimob Polda Kalbar, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.Oleh rekan-rekannya, korban dibawa ke Teras I bersama-sama, mengingat belum ada kepastian kapan Tim SAR membawanya dan untuk memudahkan penurunan. Malam itu dikirim berita ke Bandung untuk meminta bantuan Wanadri den Skygers.

 

 

 

9. Sabtu, 10 September 1988 sekitar pukul 09.00 WIB Tim SAR dari Bandung (7 orang), sampai di Base Camp dan langsung naik meialui jalur yang sudah ada dan mengevaluasi jalur yang aman dilewati korban, serta memperbaiki bungkusan korban. Direncanakan keesokan hari mulai diadakan evakuasi dengan membagi dua Tim SAR.

 

10. Minggu, 11 September 1988, evakuasi dilanjutkan dan melewati Chimney yang cukup besar (= lubang penyangga di dinding). Korban sampai di bawah pada pukul 18.00 WIB tetapi tidak langsung dibawa ke Base Camp karena tidak ada tenaga untuk mengangkutnya dan malam harinya turun hujan. Kemudian korban diangkat 5 m dari kaki tebing den disemayamkan semalam.

 

11. Keesokan harinya, Senin 12 September, korban diangkut ke Base Camp dengan tandu, dengan memakan waktu yang cukup lama karena harus membuka jalan untuk dilewati, kemudian diteruskan ke jalan besar. Dalam perjalanan antara Base Camp dan jalan besar, korban divisum. Dari jalan besar korban dibawa ke Pontianak dan disemayamkan di sana.

 

12. Selasa, 13 September 1988, korban diterbangkan ke Jakarta bersama-sama dengan Ketua Tim Ekspedisi Herry Hykmanto, Hakiki dam Harry Suliztiarto sebagai Ketua Unit SAR.Di Bandara telah menunggu Keluarga Besar Fakultas Peternakan UNPAD, Perwakilan PR III UNPAD, rekan-rekan mahasiswa almarhum serta keluarga almarhum. Upacara penerimaan dari Universitas/Fakultas ke keluarga almarhum dilaksanakan dengan penuh khidmat.Sorenya sekitar pukul 16.00 WIB almarhum diterbangkan ke Medan bersama keluarga almarhum, Herry Hykmanto, Hakiki dan Harry Suliztiarto, dan direncanakan almarhum akan dimakamkan di sana.Kami mohon, pernyataan ini diinformasikan/ disebarluaskan mengingat makin banyaknya berita-berita yang tidak benar, sementara menunggu presentasi Tim.

 

Jakarta, 13 September 1988

 

Penyusun berita,

ADE SETIAWAN

UKL-II-RC.027

 

Mangetahui,

a. n. Ketua Senat Mahasiswa

Fakultas Peternakan

 

Sumber : http://www.uklfapetunpad.org/2017/09/kronologis-operasi-sar-gunung-daya.html?m=1

Pengirim Video : Instagram: @UKL_UNPAD @ernimaya_

 

Dari sini saya belajar banyak, walaupun saya tidak berada di masa itu. Safety first, zero mistake harga mutlak untuk berkegiatan di alam bebas. Tenang disana kang alm. Yanto Martogi. Disini kami mengenangmu.

 

Tuhan selalu besertamu.


Sumber : instagram @urban.hikers