Wed, Aug 15, 2018 1:00 AM

Cerita Perjalanan Backboners di Pendakian Gn. Latimojong 3.478 Mdpl

dok.@hanasashelviani


#catatankaumurban oleh @hanasashelviani (id instagram)

 

Jakarta, 26 September 2017

Trip 11 ini akan menceritakan pendakian dalam Ekspedisi Se7eN Summit Indonesia special dari teman-teman Backbone dalam waktu pelaksanaan 20- 25 September 2017. Bagi para pendaki, gunung Latimojong ini populer karena merupakan 1 dari 7 puncak tertinggi di Indonesia. Gunung Latimojong memiliki ketinggian 3.478 mdpl dan mencakup banyak kabupaten di Sulawesi Selatan. Di sebelah barat masuk wilayah Kabupaten Enrekang, sebelah utara Kabupaten Tana Toraja, sebelah selatan Kabupaten Sidenreng Rappang dan area sebelah timur Kabupaten Luwu hingga pinggir pantai Teluk Bone.

 

Perjalanan Backboners diawali pada tanggal 20 September 2017 kami semua meeting point di Bandara Internasional Soekarno Hatta Pukul 19.30 wib, kecuali Mbak Yudith keberangkatan dari Surabaya dan Bang Rowi dari Gorontalo yang mendarat langsung di Bandara Sultan Hasanuddin. Keceriaan tergambar dari raut wajah backboners, karena tiap kali trip adalah ajang silaturahmi kembali khususnya bagi yang jauh dan lama tak bertemu. Berlatar belakang pekerja jadi beberapa berangkat secara bersamaan, cerita tentang cuti dan kuliah lalu berbagai hal yang menjadi pilihan setiap 21 personil  dari pasukan “GOES TO LATIMOJONG”.  Kami menempuh perjalanan udara Jakarta hingga Makassar selama dua jam perjalanan. Cukup menggugah karena dengan penerbangan citilink yang nyaman dan banyak sambutan

pantunnya hehehe..

Hari Kedua, 21 September 2017 

Setibanya di Makassar Backbone Adventure Indonesia bersama dengan MPAS MIMESIS FSD Universitas Negeri Makassar (UNM) memulai perjalanan dari penjemputan di bandara Sultan Hasanuddin pukul 01.30 WITA. Menggunakan metro mini jarak yang akan kami tempuh sekitar 8 jam, Kami langsung menuju kabupaten Enrekang melewati kecamatan Baraka dan berhenti shalat subuh di Masjid Andi Djuanna.

 

Perut yang kosong mengundang kami untuk mencari sarapan di sekitar daerah Pare-Pare. Kami menikmati makanan khas Sulawesi yaitu “gogos”, hampir mirip dengan nasi atau ketan bakar. Gogos ini ada yang berisi dan tanpa isi. Makanan ini biasanya dimakan bersama lauk seperti telur rebus, sambal, ayam goreng, telur asin. Biasanya gogos tahan sampai dengan satu minggu dan dimatangkan dengan dipanggang.

Setelah sarapan, selanjutnya kami melanjutkan perjalanan kembali. Sambil mampir di rumah Tante dari Mas Irhas, salah satu anggota Backbone yang menjadi lead trip kali ini. Sambil istirahat kurang lebih satu jam dan belanja logistik sebelum lanjut. Tante yang ramah, kami pun dibekali “Buras” untuk bekal selama perjalanan menuju Basecamp di kabupaten Enrekang. Terima kasih tante  laugh

Untuk menuju basecamp di desa Karangan kami menempuh jarak selama 4 jam dengan menggunakan truk ukuran kecil sesuai jalan yang akan ditempuh.Truk itu menampung kami semua yang berjumlah 25 orang. Total perjalanan keseluruhan dari Enrekang menuju basecamp sekitar 12 jam. Kami melewati Jalur yang berkelok, licin, bertekstur tanah gembur tidak menyurutkan niat kami. Justru, tantangan tersendiri bahwa sejak awal menuju desa ini track yang dilalui sungguh menguji kesabaran.

Pukul 17.56 WITA kami sampai di Basecamp desa Karangan. Perjalanan yang cukup menguras tenaga, jadi kami semua langsung packing, briefing pendakian dan istirahat sampai jam 2 malam. Udara yang dingin, hujan membuat sedikit malas gerak hehehe.. Sebelum berangkat kami melakukan pemanasan, memulainya dengan berdoa, dan laporan ke pos. Tanggal 22 September 2017 Pukul 04.00 WITA kami bersiap melakukan pendakian. Yeah!!!!

Rute Pendakian dimulai dari pos 1

Tim Tracking dibagi per line. Line 1 sebagai Tracker dipimpin oleh mas Irhas dan abrar. Line 2

sebagai Midfielder oleh Bang Hovidin dan Mbak Diah .Line 3 sebagai sweeper oleh Bang Ikhsan dan Bang Arif . Kemudian Tim Backbone sendiri menerapkan pembagian Man to Man Marking (M3). Karena kami ber 25 maka kami bergantian dan berjalan sesuai line dengan urutan (irhas, fadillah, ayu, rifqi, ike, yusuf, mirza, ima, kurnia, opi, hasna, epong, rowi, wahyu, yudith, naufal, saras, rizal, dian juli, nasa dan ikhsan). Kami berjalan perlahan tapi pasti karena track ini membutuhkan konsentrasi dan kekuatan lebih. Di post satu tanjakan dan turunan menyambut kami. Aslinya dalam kecepatan normal kurang lebih 30-40 menit dari basecamp sampai dengan post 1. Perjalanan kami menempuh hampir 2 jam.

 

Menuju Pos 2 (Terdapat Sumber Mata Air)

Pemandangan di pos 1 mulai menggugah semangat untuk sampai pos 7. Setelah beristirahat selama beberapa menit dan mengambil foto pemandangan. Lanjut menuju pos 2. Trek akar yang licin mulai terlihat. Jadi kami harus berhati- hati. Di pos 2 ini ada sumber mata air yang menyegarkan. Sambil istirahat, kami memasak sarapan dan mengecek kondisi logistik.

 

Track Menuju Pos 3

Pukul 09.00 WITA kami menuju pos 3. Trek akar, bebatuan memaksa kami menggunakan rotan ataupun webbing untuk sampai ke atas. Merayap seperti cicak dari satu akar dan meraih akar lainnya. Perjalanan normal dari pos 2 ke pos 3 memakan waktu 30- 60 menit. Pos 3 memiliki ketinggian 1940 mdpl.

 

Kemudian lanjut ke pos 4 dan pos 5

Trek tanjakan memiliki tekstur tanah gambut dan pepohonan yang berlumut. Sampai di pos 5 sekitar jam 16.00 WITA. Kami memutuskan istirahat dan membuka tenda. Biasanya pendaki ngecamp di pos 5 karena tempat camp yang luas dan pos 7 yang lebih dekat ke arah puncak latimojong.

Kondisi teman-teman yang mulai lelah, logistik yang menipis karena siang pun kami tetap melanjutkan perjalanan tanpa makan siang hingga ke pos 5. Malam telah larut sekitar sepuluh orang dari tim Backbone yang masih berjalan menuju pos 5, salah satu dari tim backbone sakit sehingga menunggu dan beristirahat. Jam 19.00 WITA  beberapa tim yang menyusul baru sampai ke atas. Melihat situasi dan kondisi yang ada. Maka tim memutuskan untuk bermusyawarah. Semua kami kroscek mulai dari waktu, logistik yang hanya cukup untuk satu kali makan lagi, kondisi tim, dan mengejar waktu kepulangan. Tim Ekspedisi Se7en Summit Backbone Adventure Indonesia memutuskan tidak lanjut sampai ke pos 7. Jarak tempuh dan waktu menjadi pertimbangan utama karena untuk  sampai puncak dan kembali ke dusun karangan bisa menghabiskan hampir  setengah hari lagi. Semoga memang keputusan terbaik. Keselamatan diri dan tim lebih penting dari sekedar puncak. Maka kami memutuskan hanya sampai di pos 5.

 

Kabar Tentang Puncak

Hari itu memang keinginan kami tak direstui oleh Yang Maha Kuasa begitupun kondisi alam yang tak bersahabat. Rupanya dari beberapa pendaki sebelum tim backbone. Kondisi puncak berkabut, mendung di atas hingga gumpalan awan cantik sebagai selimut Latimojong tidak terlihat kecuali Tugu puncak Latimojong yang gagah. Setiap perjalanan backbone Adventure Indonesia adalah tafakur maka kami bersyukur dengan segala yang ada. Kami turun kembali ke desa Karangan pada tanggal 23 September 2017.

Terima Kasih untuk TIM MPAS MIMESIS FSD UNM (Bang Arif, Bang Abrar, dan Mbak Diah) dan TIM 21 dari Backbone Adventure Indonesia (Bang Irhas, Fadillah, Kak Ayu, Bang Rifqi,  Kak Ike, Bang Yusuf, Bang Mirza, Mbak Ima, Teh Kurnia, Bang Opi, Hasna, Mbak Epong, Bang Rowi, Kak Wahyu, Mbak Yudith, Bang Naufal, Mbak Saras, Bang Rizal, Dian Juli, Nasa dan Bang Ikhsan). (end)

 

 

Backbone Adventure Indonesia

Just Go Out, Get Your Adventure

Website : backbone-adventure.id

Link Cerita : http://backbone-adventure.id/2017/09/26/trip-11-pendakian-gn-latimojong-3-478-mdpl/

 

.

Punya cerita tersendiri saat pendakian? atau cerita misteri saat pendakian? atau memiliki tips/ilmu/pengetahuan soal pendakian? Punya kisah tentang seseorang yang menginspirasi? Memiliki referensi film atau acara televisi yang mungkin akan bermanfaat bagi orang lain, terutama para pejalan? Punya toko outdoor untuk dipublikasikan?  Memiliki kisah perjalanan ke suatu tempat wisata beserta tipsnya? Ada event seperti lari, panjat tebing, navigasi darat (kecuali open trip dan pendakian massal yah).

Punya info tersebut? Mau berbagi ke website kami?
Silahkan untuk mengirimkan materi tulisan ke redaksi kami > urbanhikersmagazine@gmail.com < 
Dimohon jika itu tulisan milik orang lain untuk tidak lupa mencantumkan sumbernya.

.

.

Bagi yang mau mendukung atau beriklan di website, silahkan hubungi > Phone: (+62) 857-7792-0672 atau kirim email ke : urbanhikersmarketing@gmail.com
.
.
Sekian informasinya, ditunggu ya sob tulisan-tulisannya. Let’s share happiness and story to everybody  ^^


Sumber : instagram @urban.hikers